Oknum Caleg Melakukan Penghinaan Dan Arogan Terhadap Wartawan.

Asahan, Jurnalpolisi.co.id – Calon legislatif yang tidak memiliki martabat jangan dipilih karena dia tak layak menjadi panutan wakili rakyat, apalagi caleg tersebut telah arogan dan sombong juga angkuh.

“Caleg seperti itu sudah jelas tujuan untuk maju dan untuk kepentingan dan keuntungan dirinya bukan lagi sebagai kepanjangan tangan rakyat,” kata HR , jum’at (03/11/2023) menanggapi Arogan calon Caleg terhadap wartawan karena adanya dilempar uang 50 ribu yang terjadi di halaman rumah kades desa Pulau Rakyat Pekan dusun 5 kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan.

Selanjutnya wartawan mempertanyakan uang itu untuk apa, sembari mengembalikan uang tersebut kepada oknum Caleg, kabarnya uang tersebut untuk dibagi-bagikan kepada undangan yang hadir dalam acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih. Namun bukan mendapat sambutan yang baik, justru mendapat perlakuan yang kasar. Memberikan kembali uang tersebut dengan cara melemparkan kembali kepada wartawan.

Ia menambahkan, calon anggota dewan itu harusnya bisa menjadi figur panutan rakyat. Dia harus bisa melayani rakyat bukan untuk dilayani rakyat. Mindset-nya harus jelas dan tahu.

“Jika pola pikirnya sudah salah maka diduga orangnya pun bermasalah. Jadi tolak calon anggota dewan yang ingin maju jangan dipilih karena memiliki watak yang tidak bisa menghargai orang lain. Jangan pilih caleg yang memiliki mental tidak manusiawi. Selain juga dia memiliki watak sombong dia juga tidak pantas disebut dewan terhormat. Misinya sebagai caleg diduga terselubung, dia berpotensi hanya untuk kepentingan pribadinya,” tegasnya.

Sebagaimana diberitakan di media, tidak sepantasnya calon (BHR), melontarkan kata kasar terhadap wartawan juga penghinaan tidak seharusnya berbuat seperti itu.

Tindakan ini, tidak manusiawi dan arogan apalagi pertemuan itu dilakukan di tempat umum yang notabene siapa saja bisa datang ke tempat itu.

Menurut HR, tindakan arogan dan premanisme seperti ini tentu saja sangat disayangkan terjadi, karena dapat menciderai nilai nilai demokrasi.

Namun siapa saja bisa datang kesana karena tempat itu bukan tempat privacy. Masa calon anggota dewan gak paham sih?
Seharusnya kalo tidak mau terusik pertemuannya buatlah di tempat yang sesuai peruntukkannya…ucap HR.

Harapannya, rakyat bisa lebih kritis dan berhati-hati lagi dalam memilih Caleg di pemilu mendatang, pilihlah Caleg yang benar-benar kita kenal profil dan rekam jejaknya. Jangan sampai kita memilih “Caleg dalam karung” yang berpotensi melahirkan wakil rakyat yang nihil Integritas.

Hal itu bukan berarti berlaku untuk kepentingan dirinya saja. Disini ada hak konsumen yang perlu diperhatikan dan dihargai,” tegas HR geram mengakhiri. (Sugito/ Kabiro)