Lembata Jurnal Polisi.co.id-
Suasana berbeda terasa dalam pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata yang berlangsung di Olympic Ballroom, Jumat (12/6/2026). Di balik agenda konsolidasi dan pemilihan kepemimpinan baru, terselip momen haru ketika Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata, Petrus Gero, menyampaikan pesan-pesan terakhirnya di hadapan kader dan pengurus partai.
Mengusung tema “Solid Bergerak, Menang untuk Rakyat; Ayo Bangun Lembata, Ayo Bangun NTT”, Musda VI bukan hanya menjadi forum organisasi, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang Golkar di Kabupaten Lembata.
Dalam sambutannya, Petrus Gero mengajak seluruh kader untuk mengenang perjalanan partai yang tidak selalu mudah. Ia mengingat kembali masa-masa sulit ketika pandemi Covid-19 melanda dan Partai Golkar harus kehilangan sejumlah tokoh penting yang selama ini menjadi pilar perjuangan partai.
Nama almarhum Yan Sunur dan sejumlah kader senior lainnya disebut dengan penuh penghormatan.
Bagi Petrus, mereka bukan sekadar pengurus partai, melainkan pejuang yang telah meletakkan fondasi kuat bagi perjalanan Golkar di Lembata.
“Perjuangan ini tidak dibangun oleh satu orang. Banyak orang baik yang telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan hidupnya untuk membesarkan Golkar di daerah ini,” ungkapnya.
Petrus mengaku bersyukur pernah dipercaya memimpin Partai Golkar Kabupaten Lembata sejak tahun 2022. Kepercayaan itu, menurutnya, bukan sekadar jabatan politik, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada partai, masyarakat, dan Tuhan.
Di hadapan para kader, Petrus berpesan agar Golkar tetap menjadi rumah perjuangan yang terbuka bagi semua orang. Ia meminta agar perbedaan pandangan dan dinamika politik tidak memecah persaudaraan yang selama ini telah dibangun bersama.
Menurutnya, kekuatan Golkar tidak terletak pada siapa yang memimpin, melainkan pada semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus hadir melayani rakyat.
“Jabatan bisa berganti, kepemimpinan bisa beralih, tetapi pengabdian kepada masyarakat tidak boleh berhenti,” tegasnya yang disambut tepuk tangan peserta Musda.
Petrus juga mengajak seluruh kader untuk terus mendukung pembangunan Kabupaten Lembata melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta seluruh elemen masyarakat.
Baginya, masa depan Lembata tidak dapat dibangun oleh satu kelompok atau satu partai politik semata. Dibutuhkan kerja sama, komunikasi, dan semangat gotong royong untuk membawa daerah menuju kemajuan.
Pada akhir sambutannya, Petrus menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader, simpatisan, tokoh masyarakat, insan pers, dan masyarakat Lembata yang selama ini mendukung perjalanan Partai Golkar.
Ucapan terima kasih itu menjadi penutup yang sarat makna. Bukan sekadar kata-kata formal, tetapi ungkapan tulus dari seorang kader yang telah mengabdikan dirinya untuk membesarkan partai dan mengawal pembangunan daerah.
Musda VI DPD Partai Golkar Kabupaten Lembata pun menjadi lebih dari sekadar agenda organisasi. Ia menjelma menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu, memperkuat persatuan kader, serta menyalakan harapan baru bagi masa depan Golkar dan masyarakat Lembata.
Di tengah perubahan kepemimpinan yang akan terjadi, satu pesan Petrus Gero tetap membekas di hati para kader: bahwa jabatan hanyalah titipan, sementara pengabdian kepada rakyat adalah panggilan yang harus terus dijaga sepanjang hayat.
Jurnalis ; Dhika Ahmad M












