MENGAIS REZEKI MELALUI GEROBAK SEBLAK. Penuh Suka Dan Duka, Ibu Etin Tetap Bertahan Menjajakan Kuliner Seblak.

Tangerang, Jurnal Polisi | Di balik sebuah gerobak sederhana, tersimpan kisah perjuangan seorang perempuan bernama Ibu Etin. Setiap hari, ia berusaha mengais rezeki dengan menjajakan aneka kuliner untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mempertahankan usaha yang telah dijalaninya.

Ibu Etin menawarkan berbagai makanan yang akrab di lidah masyarakat, seperti seblak, lumpia basah, serta sejumlah kuliner khas Bandung. Dengan peralatan dan gerobak sederhana, ia tetap setia melayani pelanggan dan menjaga agar usahanya terus berjalan.

Menjadi pedagang kuliner bukanlah pekerjaan yang selalu mudah. Ada hari ketika dagangannya ramai dan membawa kebahagiaan karena penghasilan yang didapat cukup baik. Namun, ada pula saat pembeli sepi sehingga pendapatan tidak sesuai dengan harapan.

Bagi Ibu Etin, kondisi tersebut merupakan bagian dari suka dan duka yang harus dihadapi dalam menjalani kehidupan sebagai pedagang kecil. Panas matahari, hujan, rasa lelah, hingga sepinya pembeli menjadi tantangan yang harus dilalui dengan sabar dan tekun.

Berdagang bagi Ibu Etin bukan sekadar mencari keuntungan. Lebih dari itu, aktivitas tersebut merupakan bentuk ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mempertahankan sumber penghasilan. Selama masih mampu berusaha, ia memilih untuk terus berjualan dan tidak menyerah pada keadaan.

Semangat Ibu Etin menjadi gambaran bahwa perjuangan mencari rezeki tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Berbekal sebuah gerobak sederhana dan keterampilan mengolah makanan, ia berusaha membangun kehidupan yang lebih baik.

Kisah Ibu Etin juga menjadi pengingat agar masyarakat tidak memandang sebelah mata para pelaku usaha kecil. Di balik seporsi makanan yang mereka sajikan, terdapat tenaga, waktu, modal, serta harapan untuk membawa pulang rezeki bagi keluarga.

Di tengah segala suka dan duka, Ibu Etin terus melangkah. Gerobak sederhananya menjadi saksi perjuangan seorang pedagang kecil yang memilih untuk tetap bertahan, bekerja, dan menjemput rezeki dengan ketekunan. (Wawan Kurniawan)