Jurnalpolisi.co.id. Inhu Riau —— Seketika itu telah Meledak !” Viral di media sosial terkait temuan pembangunan Gedung Sekolah SMAN-2 di wilayah Desa Kota Medan Kec. Kelayang Kab. Inhu Riau, yang diduga bangunan tersebut nampak asal jadi saja?
” Lembaga Badan Penelitian Aset Negara (LAI) , Rudi Purba, Ketika melakukan penelusuran langsung ke lokasi kejadian tersebut, menjelaskan bahwa dari berbagai bangunan tersebut menduga seperti bangunan asal jadi saja yang mana dari bangunan tersebut telah menelan anggaran Negara cukup besar lebih kurang mencapai Miliaran rupiah.
Kenapa harus kita duga bahwa bangunan tersebut nampak seperti Asal Jadi saja ?, Pada saat kita melakukan penelitian kita telah menghubungi dari pihak kepsek melalui WhatsApp Sekolah SMAN-2, dan seketika itu juga dari pihak Kepsek menjelaskan bahwa dari berbagai bangunan adadugaan , dalam melakukan proses pengecoran tidak menggunakan batu pengecoran yang layak yang sesuai dengan standar pemerintah ?, dan akhirnya dari bangunan tersebut nampak kurang maksimal jadi kita menduga bahwa dari berbagai bangunan tersebut nampak seperti asal jadi saja dan hal ini tidak bisa kita diamkan begitu saja jelas kepsek melalui WhatsApp.
Selanjutnya Rudi Purba sebagai tim Penelitian Aset Negara LAI, menambahkan bahwa, kalau ada dari pihak media yang membenarkan kegiatan bangunan itu dan kalau ada juga ada yang mengatakan bahwa berita yang terbit itu berita Upini maka bisa kita garis bawahi bahwa adadugaan dari pihak media tersebut sudah menerima suap atau / Upeti dari pihak pengelola/ Pemborong proyek pembangunan Gedung Sekolah SMAN-2.
“Lanjut Rudi Purba, kita sebelum ada pemberitaan dan kita menjadi salah satu dari pihak narasumber berita, kita sudah lakukan konfirmasi terlebih dahulu dan kita juga langsung ke lokasi, jadi dengan demikian kita harapkan dari pihak media harus memahami dengan hal ini , bahwa dalam pengerjaan pembangunan tersebut diduga telah Meleset dari waktu yang sudah ditetapkan Oleh pihak Pemerintah.
“Dalam waktu yang ditetapkan Oleh pihak Pemerintah yaitu harus tepat pada waktunya di tahun 2023 dikarenakan ini adalah anggaran tahun 2023 namun faktanya hasilnya di lapangan sudah memasuki awal tahun 2024 masih juga belum nampak selesai dengan maksimal masih terlihat kasat mata nampak diduga asal jadi saja, sebut Rudi dengan tegas , sebagai tim Penelitian dari Lembaga Aliansi Indonesia LAI.
(Bad) melaporkan dari INHU….RIAU.







