Pamekasan|Jurnalpolisi.co.id – Suasana pesta pernikahan anak Bapak Syamsul di Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, kemarin Jumat,1/08/2025. terasa semakin meriah dengan kehadiran atraksi kuda joget atau yang dikenal dengan sebutan “Jheren Kencak”. Atraksi tradisional khas Madura ini menjadi bukti nyata pelestarian budaya lokal yang masih dijaga hingga saat ini.
Kehadiran Jheren Kencak dalam pesta pernikahan tersebut bukan sekadar hiburan semata. Lebih dari itu, atraksi ini menjadi simbol kuatnya akar budaya Madura, khususnya di Pamekasan, yang tetap lestari di tengah arus modernisasi. Gerakan-gerakan kuda yang lincah dan terlatih, diiringi alunan musik tradisional Madura yang syahdu, berhasil memukau para tamu undangan.
Bapak Syamsul, selaku tuan rumah, menyatakan keprihatinannya terhadap kelestarian budaya Madura. Beliau dengan bangga mengungkapkan bahwa kehadiran Jheren Kencak dalam acara pernikahan anaknya merupakan wujud komitmen untuk melestarikan warisan budaya leluhur. “Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Madura, khususnya Jheren Kencak, masih tetap hidup dan dijaga kelestariannya,” ujar Bapak Syamsul.
Untuk menjaga kelestarian Jheren Kencak, dibutuhkan pelatihan yang intensif dan konsisten. Kuda-kuda tersebut dilatih sejak dini oleh pelatih yang handal dan berpengalaman. Pelatihan yang terstruktur dan disiplin ini menghasilkan pertunjukan yang memukau, di mana kuda-kuda tersebut sangat patuh dan responsif terhadap arahan pemilik atau pelatihnya. Ketepatan gerakan dan keharmonisan antara kuda dan pawangnya menjadi daya tarik tersendiri dari atraksi ini.
Bapak Syamsul menambahkan, Jheren Kencak sering tampil dalam berbagai acara penting di Pamekasan, terutama pada hari-hari besar keagamaan dan adat istiadat. Kehadirannya selalu dinantikan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan-perayaan tersebut. “Semoga tradisi ini tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” harapnya.
Keberhasilan Bapak Syamsul dalam menjaga dan melestarikan tradisi Jheren Kencak patut diapresiasi. Hal ini menjadi contoh nyata bagi masyarakat Pamekasan, bahkan Madura secara keseluruhan, untuk tetap menjaga dan merawat warisan budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman. Kehadiran Jheren Kencak dalam pesta pernikahan tersebut bukan hanya menghibur, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk menghargai dan melestarikan budaya leluhur.
( ST Laila )

