Asahan, Jurnalpolisi.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU), RI menggelar sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu Serentak 2024 yang diselenggarakan di Desa Rahuning 2 dusun 4, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan, Selasa (29/08/2023).
Sebagai narasumber Dr. H. AHMAD DOLI KURNIA TANDJUNG, S.Si., M.T., Anggota Komisi II DPR RI dari fraksi Golkar Dapil Sumut 3 dan sekaligus membuka kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih Pemilu Serentak 2024.
Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang mayoritas emak-emak dan para tokoh masyarakat juga warga desa Rahuning 2.
Acara diawali melantunkan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan do’a bersama.
Kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Kades Rahuning 2 Ir. KEMALDIN mengucapkan Terima kasih yang sebesar besarnya kepada Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tandjung berserta rombongan suatu kebanggaan dan merasa senang tak terhingga bahwa Desa Rahuning 2 telah menjadi tempat dan lokasi sosialisasi dan pendidikan pemilih pemilu serentak tahun 2024.
Dilanjutkan arahan dan bimbingan dari Dr. H. AHMAD DOLI KURNIA TANDJUNG, Si., M.T., anggota komisi II DPR RI Dapil Sumut 3 menyampaikan, pemahaman pentingnya Pemilu sebagai kedaulatan rakyat, makanya hari ini KPU bersama dengan DPR RI gencar-gencarnya melaksanakan sosialisasi tentang pemilihan umum untuk menghadapi Pemilu serentak 2024.

“Agar terlaksana sesuai dengan harapan kita, Artinya lancar, luber jurdil terus kemudian partisipasinya tinggi,” tutur Ahmad Doli Kurnia dari Komisi II DPR RI Fraksi Partai GOLKAR.
Kemudian Ia mengaku kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih dari Pemilu menghasilkan anggota-anggota dewan sebagai DPR, DPRD kota/ kabupaten serta provinsi dengan orang-orang yang berkualitas. Juga menghasilkan eksekutif yakni presiden beserta wakil, gubernur, bupati, walikota yang mempunyai kompeten dalam penyelenggaraan pemerintahan, tambah Doli Kurnia Tandjung.
“Transformasi KPU saat ini sudah membuat Website serta media-media sosial yang ada di masyarakat untuk gampang dicapai , gampang untuk dibuka, didapatkan dan untuk dipahami. Makanya ini perlu sosialisasi gimana caranya kita lecut para pemilih untuk rame-rame mencoblos dalam Pemilu Serentak 2024,” jelasnya Doli.
Pemilu memang selalu ada dan dilaksanakan 5 tahun sekali sesuai peraturan perundangan kita, ini juga menandakan bahwa negara kita itu memang negara yang mempunyai pemahaman demokrasi yang salah satu indikator negara demokrasi adalah Pemilu.
Anggota Komisi II DPR RI AHMAD DOLI KURNIA menyarankan kepada KPU untuk berusaha bagaimana cara para pemilih agar bisa berduyun-duyun datang ke TPS guna merealisasikan hak kedaulatan rakyat. “Gunakan sebaik-baiknya hak kedaulatan ini jangan karena uang atau jangan karena politik identitas dan jangan karena hal-hal lain yang merugikan, kemudian mereka juga salah dalam menggunakan hak kedaulatan ini.”
Dengan adanya pemilu, menurut AHMAD DOLI membuktikan bahwa sistem ketatanegaraan kita adalah demokrasi, yakni kedaulatan ada ditangan rakyat, bukan negara monarki atau negara dengan sistem lainnya. ”Salah satu indikasi demokrasi adalah adanya pemilu yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.” Terang Doli.
Oleh karena itu AHMAD DOLI KURNIA TANDJUNG mengajak masyarakat untuk mengevaluasi kinerja pemimpin pemerintahan selama lima tahun, setelah itu bila masyarakat merasa tidak cocok dipersilakan untuk mengganti agar pemerintahan menjadi lebih baik. ”Jadi kesempatan untuk memperbaiki di pemilu berikutnya ini, yakni di tahun 2024, silakan di evaluasi eksekutifnya, demikian juga untuk wakil di DPR,” paparnya.
Acara dihadiri Anggota DPR-RI, ketua komisi ll DPR-RI, KPU RI, KPU Provinsi, Komisioner, KPU Batu Bara, KPU Kabupaten Asahan, Kades Rahuning 2, PPK Se-camatan Rahuning dan Pulau Rakyat, PPS Se-kecamatan Rahuning dan Pulau Rakyat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya. (Sugito/ Kabiro)







