Sumedang, jurnalpolisi.co.id – Warga Desa Mekarahayu Dan Warga Desa Margalasana Kec Sumedang selatan menyesalkan jalan di beberapa titik wilayahnya masih mengalami kerusakan. Padahal akses jalan tersebut menghubungkan antara Desa Margalasana dan Desa Mekarahayu Sumedang.
Pantauan Media di lokasi, jalan tersebut berada di Kampung cilayung, Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan , Kabupaten Sumedang. Wilayah tersebut kerap digunakan warga untuk melintas menuju ke arah Desa Mekarahayu ataupun ke wilayah kota Sumedang.
Warga harus kesulitan melewati beberapa titik jalan yang berlubang. Bahkan terkadang ada beberapa kendaraan roda dua yang kerap terjatuh.
Terlihat juga ada genangan air selepas diguyur hujan. Kondisi itu membuat jalan rusak tersebut seperti layaknya kolam ikan.
Banyaknya jalan yang rusak membuat pemeritahan Desa Mekarahayu Dan warga berinisiatif untuk membetulkan jalan tersebut secara mandiri. Warga mencoba membetulkan jalan tersebut dengan menggunakan material pasir dan alat seadanya.
Warga setempat Memed(60) mengatakan, beberapa jalan rusak tersebut belum diperbaiki cukup lama. Makanya warga memutuskan secara mandiri membetulkan.
“Rusak parah, udah lama ini mah, mungkin sekitar 5 tahun lebih ada. Iya bener ini perbaikan dari swadaya masyarakat dari bawah tambalan-tambalan,” ujar Memed. saat ditemui Media jurnalpolisi, Senin (04/12/2023
memed mengaku, jalan tersebut kerap sulit dilintasi oleh mobil maupun motor. Makanya warga dan Kepala Desa (Kades) memutuskan diperbaiki secara mandiri.
“Ini dalem bolongnya, mobil juga susah lewat. Ini juga dicor sama warga. Ada juga yang hanya ditambal pakai material secukupnya padahal itu bukan wilayah Desa Mekarahayu dan masih Desa Margalaksana justru pemerintahan Desa Margalaksana terkesan tutup Mata” katanya.
Menurutnya hingga saat ini belum ada bantuan terkait perbaikan jalan tersebut. Memed mengungkap, bantuan hanya diberikan oleh urunan warga dan kades itu pun kades Mekarahayu.
“Warga gotong royong karena banyak celaka dan bantuan belum ada. Banyak yang celaka apalagi di jalan pudunan (Turunan) . Ada inisiatif sama aparat desa, swadaya lah masyarakat. Yang ikutan ada banyak, puluhan lebih masyarakat ikut membantu padahal ini jalan kabupaten. Tapi ngga ada diperbaiki sama pemerintah atau kabupaten,” jelasnya.
Memed mengungkapkan, ruas jalan tersebut memiliki lebar sekitar kurang lebih 3 meter. Kemudian jalan yang rusak terdapat di beberapa titik di tambah tidak ada saluran sama sekali dari rumah anak kades juga tidak ada saluran yang akibat nya lumpur ke jalan kaya genangan balong balong kecil”ujarnya
“Tapi kan ini dari awal masuk perbatasan dan bolong-bolong juga ada. Yang bolong-bolong ada puluhan, bahkan pasirnya pas kerjabakti aja habis beberarapa engkel sama batunya ke mobil, belum semen, terus kerja bakti ya lumayan cape,” bebernya.
Sementara itu, Kades Mekarahayu Asep Suherman membenarkan, adanya jalan rusak tersebut. Bahkan menurutnya dari Pemkab Sumedang baru sebagian di perbaiki.
“Sedangkan ruas jalan ini kan volume kendaraan lumayan rame. Kerena ini jalan lintas, jadi menghubungkan antara Desa Margalaksana dengan Desa Mekarahayu ” kata Asep , kepada awak media, Senin (04/12/2023).
Asep menegaskan, banyak kendaraan ke arah Kabupaten Sumedang yang melintas ke Desa Mekarahayu. Apalagi yang Mau ke Desa Cinangerang Pamulihan juga kerap melintas.
“Maka dari itu saya kemarin sampai musyawarah dengan warga masyarakat karena banyak beberapa warga masyarakat celaka karena lubang-lubangnya terlalu besar. Nah lubang yang besar sudah kami tutupi dengan masyarakat,” kata Asep.
“Ada videonya saya belanja beberapa damtrek, karena kalau dilihat dari sekarang itu sudah ada perbaikan karena lubang yang sebelumnya sudah kita tutupi sampai rembug iuran dengan masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya perbaikan tersebut hanya dilakukan secara sementara. Hal tersebut dilakukan guna meminimalisir warga yang kerap terjatuh saat melintas jalan rusak.
“Maka dari itu saya harapannya, kalaupun tidak ada kemampuan pemerintah daerah Kabupaten Sumedang lagi tidak ada kemampuan, saya berharap pak Gubernur Jawa Barat ataupun mungkin dari APBN tolonglah bantu kami,” tegasnya.
Asep Suherman mengaku jalan tersebut merupakan jalan Kabupaten Makanya sudah seharusnya jalan tersebut diperbaiki dan diperlebar.
“Tetapi kan kewajiban negara itu menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat. Kalau wisata ini berkembang ekonomi masyarakat jadi makmur. Karena kewajiban pemerintah, saya sebagai kepala desa bagaimana sebaik-baiknya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga ekonomi masyarakat akan naik,” ucap Asep Suherman.
Asep menjelaskan telah memperbaiki jalan bolong di turunan. Menurutnya titik turunan tersebut yang terparah . Dan itu semuanya akses, semuanya menghubungkan antar Desa” bebernya.
(Euis/Man JP)







