Kabuyutan Gunung Payung dikenal masyarakat sebagai situs kabuyutan atau kawasan yang disakralkan sejak lama.

Jurnalpolisi.co.id-

Tradisi setempat mengaitkan situs tersebut dengan Kerajaan Galuh dan perjalanan tokoh dalam Bujangga Manik.

Naskah Bujangga Manik memang merupakan sumber penting bagi para peneliti sejarah Sunda. Namun, penafsiran bahwa lokasi tersebut adalah Batu Lingga Payung dan bahwa lingga itu “bertahtakan intan permata” masih menjadi bahan kajian dan belum menjadi kesimpulan ilmiah yang disepakati.

Keberadaan Batu Pangasahan Maung, pohon Kiara, Cikahuripan, serta tradisi Nyagara Gunung merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang masih dijaga oleh masyarakat.

Karena itu, julukan “Batu Lingga paling misterius dan paling fenomenal di Nusantara” lebih tepat dipahami sebagai sebutan yang lahir dari tradisi dan kisah masyarakat setempat, bukan sebagai penetapan resmi berdasarkan penelitian sejarah atau arkeologi.

Nilai penting situs ini terletak pada:

1. Hubungannya dengan tradisi kabuyutan Sunda.

2. Keterkaitannya dengan naskah Bujangga Manik yang menjadi rujukan sejarah Sunda.

3. Kelestarian ritual adat dan penghormatan masyarakat terhadap situs tersebut hingga sekarang.

4. Potensinya sebagai objek penelitian sejarah, arkeologi, dan budaya.

Masih banyak aspek mengenai situs ini yang belum sepenuhnya terungkap, sehingga penelitian arkeologi, epigrafi, dan kajian naskah masih diperlukan untuk memperjelas sejarahnya. Sementara itu, cerita mengenai kesakralan, intan permata, maupun kemampuan memperoleh “pulung” merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat yang tidak dapat dipastikan sebagai fakta sejarah.

(Dian jp red)

Tinggalkan Balasan