Ibu Misnah (35) Dengan 3 Anak Terpaksa Berjalan Kaki 30KM Usai Rumah Dipaku – GRIB JAYA Dan Awak Media Bantu, Harap Kades Julius Bantu Urus Pendidikan Anak.

Sarolangun, Jurnal Polisi | Desa Muara Cuban, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun – Ibu Misnah (35 tahun), seorang ibu tunggal yang telah bercerai selama 1 tahun, terpaksa Membawa anak-anaknya lari dari rumah yang di tempatinya di Desa Muara Cuban bersama tiga anaknya yang masih kecil.

Pada pagi hari tepat nya pada hari Rabu 28/2026. Ia berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 km hanya dengan membawa pakaian seadanya, setelah rumah tempat tinggalnya dipaku oleh keluarga suaminya.

Ibu Misnah yang berasal dari Pontianak, Kalimantan, bertemu dan menikahi suaminya saat bekerja di Malaysia. Setelah menikah suami nya membawa ibu Misnah ke kampung halaman nya di desa Cuba kecamatan Batang Asai kabupaten Sarolangun. Lebih dari 13 tahun hidup bersama dan memiliki tiga orang anak, putra pertama bernama M. Arpandi duduk di kelas enam SD, Putri kedua bernama Husnatun Hasanah duduk di kelass tiga SD, dan yang bungsu M. Rehan baru berusia 3 thn.

Selang beberapa tahun suami/bapak dari anak-anak tersebut kembali merantau ke Malaysia meninggalkan istri dan anak nya di desa Cuban di rumah orang tua suami. Kedua orang tua suami/Mertua sudah meninggal dunia.

Setalah beberapa bulan suami bekerja di Malaysia, entah apa sebab musabab nya. Suaminya yang bernama Hartono menceraikan istrinya  yang masih tinggal di Desa Cuban dan bekerja sebagai pekerja harian (nebas, ngarit padi, dan pekerjaan lain) untuk menghidupi anak-anaknya.

Sebelum bercerai, suaminya ada  mengirim uang untuk nafkah sebesar satu juta lima ratus ribu/ per bulan. Walaupun merasa sangat minim karena biaya makan sehari-hari serta biaya sekolah anak nya, sementara ia juga tetap menanggung pembayaran pinjaman koperasi yang diambil bersama suaminya dengan tekad yang kuat.

Ibu Misnah tetap dapat menerima bantuan sosial, baik itu PKH dll. Tapi ibu Misnah tidak mendapatkan dukungan apapun dari keluarga suaminya. Bahkan ketika anak-anaknya tidak punya makanan atau ketika ia sakit, tidak ada yang menjenguk atau menolong.

Saat ia hendak silaturahmi ke rumah ibu angkatnya di Desa Cuban, tiba-tiba keluarga suaminya menghubunginya lewat via telpon dan menyatakan jangan kembali lagi ke rumah karena rumah sudah dipaku ujar nya ketua dengan nada marah.

Selanjutnya kakak tiri suaminya juga datang  ke rumah ibu angkat nya mengatakan kepada ibu Misnah menyuruhnya untuk tetap di rumah ibu angkat saja karena rumah sudah di paku.

Singkat cerita akhirnya ibu Misnah berangkat dari desa tersebut bersama tiga orang anak nya berjalan kaki dengan tujuan sampai ke kota Sarolangun untuk mencari pekerjaan agar dapat makan dan buat biaya ongkos pulang kekampung halaman nya di Pontianak Kalimantan, dengan tertatih-tatih mereka menyelusuri perjalanan berbukit di Batang Asai dalam kesedihan yang sangat dalam. Hidup di perantauan jauh dari sanak keluarga. Sambil mengusapkan keringat dan air mata yang selalu menetes karena memikirkan nasib dirinya bersama tiga anaknya.

Dalam perjalanan, mereka bertemu sopir travel yang ikhlas membawanya tanpa meminta ongkos sampai Ke kota Sarolangun.

Kades Julius Desa Muara Cuban. Ibu Misnah terdaftar sebagai warga Desa Muara Cuban dan tinggal di rumah mertua, belum memberikan tanggapan terkait kasus ini. Awak media sudah berusaha menghubungi via telpon, tapi no Kades Julius tidak aktif.

Sementara itu, keluarga suaminya yang terlibat belum juga dapat dihubungi untuk klarifikasi.

Tim awak media bersama Ketua PAC BATHIN VIII, PAC Pelawan, PAC Singkut dan PAC CNG.Ormas GRIB JAYA  telah berhasil menemukan tempat penampungan sementara bagi Ibu Misnah dan anak-anaknya. Selanjutnya, mereka akan dibawa ke Polres Sarolangun dan Dinas Sosial Kabupaten Sarolangun untuk mengurus bantuan biaya perjalanan pulang ke kampung halamannya di Pontianak, Kalimantan.

Perwakilan awak media menyatakan bahwa pihaknya akan mengawal proses penanganan hingga Ibu Misnah dan anak anaknya dapat kembali ke Kalimantan dengan aman. Sementara itu, Ketua PAC Ormas GRIB JAYA menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh mulai dari pengaturan tempat tinggal sementara hingga koordinasi dengan instansi terkait.

Selain bantuan perjalanan pulang, pihak juga mengajak Kades Desa Muara Cuban Julius untuk turut membantu mengurus proses pendidikan bagi kedua anaknya yang masih sekolah. Anak tertua sedang menempuh kelas 6 SD, anak kedua di kelas 3 SD, sedangkan yang terkecil berusia 3 tahun dan belum memasuki jenjang pendidikan formal.

Pihak berharap Kades Julius dapat membantu mengurus dokumen pendidikan seperti ijazah sementara, surat keterangan sekolah, atau koordinasi dengan sekolah terkait agar proses transfer data pendidikan anak-anak dapat berjalan lancar. Akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun dan dinas terkait di Kalimantan untuk memastikan kelangsungan belajar mereka.

Berita ini disusun berdasarkan informasi yang diterima. Sebaiknya pihak berwenang segera melakukan penanganan untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan Ibu Misnah serta anak-anaknya, tutupnya. (Tim)