Palangka Raya, Jurnalpolisi.co.id –
Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah (Dishut Kalteng) menggelar acara berbuka puasa bersama keluarga besar Rimbawan Kalteng di Aula Dinas Kehutanan, Jumat (21/3/2025). Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi hidangan buka puasa, tetapi juga sebagai momen penting untuk mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang penuh makna ini turut dirangkaikan dengan penyerahan bingkisan dan cinderamata kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan memasuki masa purnatugas. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kelestarian hutan Kalimantan Tengah, penghormatan ini menjadi salah satu sorotan utama acara.

Kepala Dinas Kehutanan Kalteng, H. Agustan Saining, dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara buka puasa bersama ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebagai wujud nyata dalam membangun kebersamaan. “Kegiatan ini bukan hanya sekadar berbuka puasa bersama, tetapi juga momen yang mempererat hubungan silaturahmi kita. Ramadan mengajarkan kita nilai kebersamaan, keikhlasan, dan berbagi, dan semoga semangat ini dapat terus terjalin dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai keluarga besar Rimbawan,” ungkap Agustan.
Dalam rangkaian acara, Dinas Kehutanan Kalteng juga menunjukkan kepedulian sosial dengan memberikan tali asih kepada anak-anak Panti Asuhan Berkah.
Bantuan ini diharapkan dapat membawa kebahagiaan kepada mereka, terutama di bulan yang penuh berkah ini. “Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan saudara-saudara kita yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu peduli terhadap sesama,” tambahnya.
Acara yang dihadiri oleh para kepala bidang di lingkungan Dinas Kehutanan, ASN, dan para purna tugas ini berjalan dengan penuh kehangatan dan kebersamaan. Suasana yang tercipta mencerminkan kuatnya hubungan kekeluargaan di lingkungan Rimbawan Kalteng. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan mempererat silaturahmi tidak hanya terbawa di bulan Ramadan, tetapi dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari, sebagai implementasi dari nilai-nilai luhur yang diajarkan dalam bulan suci Ramadan ini.
(Hariyoso).







