Madiun – Jurnalpolisi.co.id –
25/5/2023
Untuk menghadapi situasi kondisi tahun politik menjelang pemilu, pertama-tama yang harus disiapkan adalah stok kecerdasan, akal sehat yang perlu dijaga, dukungan sporadis tanpa memperhitungkan rasionalitas bukanlah hal yang tepat !
Ketika emosi sudah tidak dikontrol lagi oleh kesadaran diri pribadi, maka akan mudah terkontaminasi oleh narasi-narasi yang dibangun oleh tim pemenangan calon-calon yang bertarung.
Tujuan berpolitik adalah untuk mewujudkan nusantara yang bermartabat ! namun hal itu seolah terlupakan karena arogansi keinginan untuk menang pertandingan dengan strategi apapun, dalam beberapa waktu ini.
Kita bisa melihat dengan begitu jelas bahwa mesin-mesin politik pemenangan calon yang didukung justru lebih banyak mengedepankan pembunuhan karakter secara personal, dengan cara mematikan potensi lawan dengan berita palsu, label-label negatif ataupun stigma tertentu.
Penyerangan frontal di tujukan kepada identitas personal sang calon lawan tandingnya, bukan pada program-program yang disodorkan, sikap prilaku demikian jelas bukanlah bentuk pendidikan politik yang baik, membangun narasi-narasi politik yang penuh dengan intrik serta menggadaikan akal sehat adalah pembelajaran politik yang buruk bagi bangsa dan generasi muda khususnya.
(Hariyoso)






