Lembata Jurnal Polisi.co.id-
DPRD Lembata mendesak PT PLN (Persero) untuk lebih terbuka kepada masyarakat terkait rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Atadei 2×5 Mega Watt di Kabupaten Lembata.
Desakan itu muncul menyusul polemik pro dan kontra yang berkembang di tengah masyarakat mengenai proyek geothermal yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Melalui rapat kerja bersama Pemerintah Kabupaten Lembata, DPRD mengeluarkan empat rekomendasi penting yang meminta pemerintah dan PLN segera memperjelas arah investasi panas bumi di Atadei.
Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B Namang, mengatakan pemerintah daerah diminta segera menentukan sikap tegas menerima atau menolak investasi tersebut dengan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat lokal.
Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi terkait perizinan, manfaat ekonomi, dampak lingkungan, hingga dampak sosial yang mungkin timbul akibat proyek PLTP Atadei.
“Komunikasi publik harus dilakukan secara intensif agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik horizontal di masyarakat,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
DPRD juga meminta pemerintah daerah menghadirkan kembali PLN untuk melakukan sosialisasi terbuka kepada seluruh stakeholder dan masyarakat.
Menurut Fransiskus, sosialisasi ulang sangat penting agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang utuh dan tidak menerima informasi sepihak terkait proyek geothermal tersebut.
Sementara itu, anggota DPRD dari Partai Gelora, Hasnan Ladopurab, menegaskan pihaknya belum bisa menyatakan sikap mendukung atau menolak proyek PLTP Atadei karena masih membutuhkan penjelasan detail dari PLN.
Ia meminta PLN secara terbuka menjelaskan dampak positif maupun negatif dari proyek tersebut, termasuk langkah penanganan apabila terjadi dampak buruk saat proses pengerjaan.
“Jangan sampai masyarakat menerima atau menolak proyek ini dalam ketidaktahuan,” tegas Hasnan.
Menurutnya, PLN juga harus memastikan bahwa kehadiran PLTP Atadei benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat Lembata, terutama dalam menurunkan biaya listrik yang selama ini masih bergantung pada BBM fosil.
“Kalau tidak gratis, paling tidak masyarakat harus menikmati harga listrik yang lebih murah dari sekarang,” tandasnya.
Jurnalis: Dhika Ahmad M











