KAB BANDUNG JURNALPOLISI.CO.ID – Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti kegiatan khitanan massal yang digelar Yayasan Ponpes Al Hidayah Sutam, Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Minggu (8/6/2025). Di tengah senyum dan semangat anak-anak yang baru saja dikhitan, Bupati Bandung Dadang Supriatna hadir dan menyampaikan doa agar 33 anak peserta menjadi generasi shaleh dan pemimpin masa depan yang membawa keberkahan bagi bangsa.
Bupati yang akrab disapa Kang DS itu menyebut kegiatan sosial seperti khitanan massal adalah bentuk nyata kepedulian kepada umat dan amal mulia yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. “Ini bukan sekadar tradisi, tetapi sebuah kewajiban yang membawa cahaya bagi masa depan anak-anak kita. Semoga kelak mereka tumbuh sebagai generasi yang beriman, cerdas, dan memimpin dengan hati nurani,” ucapnya menyentuh hati para orang tua yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Kang DS juga mengapresiasi konsistensi Yayasan Ponpes Al Hidayah Sutam dalam mengadakan kegiatan khitanan massal setiap tahun. Ia menyampaikan terima kasih khusus kepada pengurus yayasan dan kepada H. Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, yang tengah menjalankan tugas pengawasan ibadah haji di Tanah Suci. “Kami doakan para jemaah diberikan kesehatan dan keselamatan, meskipun suhu di Makkah kini mencapai 50 derajat celcius,” ujar Kang DS dengan nada penuh harap.
Tidak hanya menghadirkan doa dan empati, Kang DS juga menyampaikan kabar menggembirakan terkait capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Bandung. Dalam 100 hari lebih masa kepemimpinan Bedas Jilid 2, indeks kepuasan masyarakat mencapai 88,77 persen dari total responden 99.000 orang. Ia pun mengajak masyarakat untuk terus bersatu membangun Kabupaten Bandung menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut, Kang DS juga menyoroti komitmen Desa Sumbersari dalam menjaga ketahanan pangan melalui penetapan lahan sawah abadi seluas sekitar 400 hektare. Ia mengumumkan pembebasan pajak tanah sawah tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani dan keberlanjutan pertanian nasional. “Ini adalah inovasi yang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto, mempertahankan lahan pertanian demi masa depan pangan bangsa,” tegasnya.***
( DARMANTO-INVESTIGASI JP )







