Dinas Pendidikan Provinsi Terkesan Tutup Mata Menyikapi Soal Iuaran Bulanan (SPP) Yang Diduga Terjadi di SMAN 2 NEGERI TULANG BAWANG TENGAH

Diduga Kepala Sekolah SMAN 2 NEGERI TBT Negeri Tulang bawang tengah Iptu Eka amarta Se,M.Sd saat hendak dikonfirmasi oleh awak media terkait adanya pungutan terhadap siswa Dan siswi di SMAN 2 TBT sesampai diturun kan berita oleh para awak media,Ketika dihubungi lewat via telpon.untuk diminta keterangan terkait iuran bulanan yang diadakan oleh pihak Sekolah terhadap siswa-siswi terkait hal yang terjadi di sekolah SMAN 2 TBT namun, sampai untuk menemui kepala Iputu Eka Amerta,SE M.Sd sekolahnya pun,sangat susah,untuk d temui dan kami selaku kepala biro jornalpolis.co.id yang di Tugas kan di wilayah kabupaten Tulang bawang barat,Berusaha untuk menghubungi kepala Sekolah tersebut tidak bisa dihingin
(25/04/22)

Hasil keterangan dari masyarat pun kami mendapatkan impormasi lagi,Bukan hanya itu, oknum stap dan dewan guru SMAN 2 Negeri TBT Tulang bawang tengah diduga melakukan penekanan kepada siswa-siswinya untuk tidak memberikan informasi dan mengecam keras tidak di izinkan untuk kenal dan membeberkan informasi dugaan terkait iuaran bulanan (SPP) melalui chating group siswa – siswi dan dewan guru.

Salah satu TeamJornaLpolisi.co.id terus berupaya mendapatkan informasi kepada yang mewakili bendahara Sekolah tersebut via telpon sempat menjawab,namun ketika salah satu team menyebutkan dari awak media dirinya spontan menjawab, Maaf saya masih mengurus orang tua yang lagi sakit Serta menutup hanphone.

”Salah satu wali murid yang memberikan keterang kapada awak media tidak mau di Sebut,kan namanya meminta kepada pemerintah propinsi khususnya dinas terkait kiranya dapat memberikan sangsi dan memperhatikan praktek pungutan liar yang sudah berlangsung dan dialami oleh siswa,siswi atau wali murid sejak THN 2021 – 2022.

Menanggapi persoalan ini, patut diduga oknum kepala sekolah beserta stap dan dewan guru SMAN 2 TBT Negeri kurang mengetahui tugas pokok pers/jurnalis jornalpolIsi.co.id Hal ini tercermin dari prilaku yang mengartikan awak media seperti momok bagi mereka.

Dan takhanya SPP yang di pungut ada hal,lain lagi yang ada pemungutan termasuk pendaftaran anak siswa siswi baru yang dipungut biayanya pendaftaran berperasi Dari 2.500.000 dua juta lima ratus ribu rupiah dan
2.000 000 dua juta rupiah yang di beban kan kepada siswa suswi baru,dan para wali murid sangat merasa keberata dengan ada nya biyaa yang di tentukan oleh pihak sekolah tersebut.

pemungutan biaya termasuk dari yang bertarif 500.000 lama ratus ribu rupiahpun terjadi alasan nya untuk biayaya pembayaran rapor dan pembayaran uwang baju siswa dengan ada nya biayaya yang telah di tentukan oleh pihak sekolah tersebut para wali murid sangat merasa terbeban dengan tarip yang sudah di tentukan oleh pihak sekolah SMAN 2 TBT tulang bawang tengah.

Mengingat masa Covid 19 masih ada para wali murid sangat kesulitan dalam perekonomian, ditambah lagi dengan adanya beban anak sekolah yang selalu mengeluhkan kalau ada biaya biaya yang di tentukan oleh pihak sekolah sebesar 500.000 limabratus ribu rupiah kepada orang tua para walimurid.

Lalu dana bos yang di kucur kan oleh pemerintah propinsi pusat di gunakan untuk meringan kan beban anak anak dan wali murid pun yang kurang mampu dan anak anak yang berprestasi, bahkan yang dilaku kan oleh pihak sekolah bukan nya meringan kan beban mereka melain kan menambah beban para wali murid.
(Edi supriadi)