Di Balik Kebahagiaan Rumah Tangga, Ada Hati Anak Yang Terluka.

Indragiri Hilir, Jurnal Polisi | Perceraian tidak hanya memisahkan hubungan suami dan istri, tetapi juga meninggalkan luka bagi anak yang menjadi korban keadaan, Minggu (24/05/2026).

Seorang pria berinisial Y mengaku persoalan rumah tangga sering kali membuat anak berada di posisi yang paling merasakan dampak dari sebuah perpisahan.

“Perceraian membuat anak terluka dan menjadi pilihan tersulit dalam kehidupan,” ujarnya.

Menurutnya, dalam beberapa persoalan keluarga, tidak sedikit pihak yang lebih cenderung mempertahankan rumah tangga baru dibanding memikirkan perasaan anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Sementara itu, perempuan berinisial N mengaku berada di posisi yang sulit dalam menghadapi persoalan rumah tangga yang dijalaninya.

Menurut N, meski berada di dekat anak, pikirannya terkadang masih terbawa pada persoalan rumah tangga barunya yang belum sepenuhnya selesai.

Ia juga menilai, dalam beberapa persoalan keluarga, ada pihak yang cenderung lebih mempertahankan rumah tangga baru dibanding memikirkan perasaan anak yang ikut merasakan dampak dari keadaan tersebut.

Di sisi lain, sejumlah warga sekitar memiliki pandangan berbeda terkait persoalan tersebut. Salah seorang tokoh masyarakat yang akrab disapa Pak Haji menilai bahwa anak tidak seharusnya diabaikan dalam mengambil keputusan rumah tangga.

“Anak tetap harus menjadi perhatian utama,” katanya.

Menurut Y, dalam kondisi yang penuh persoalan dan luka batin, hal yang paling penting untuk dipikirkan adalah masa depan dan perasaan anak agar tidak menjadi korban berkepanjangan dalam konflik keluarga.

Ia berharap persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih bijaksana dalam mengambil keputusan demi menjaga keutuhan keluarga dan masa depan anak.

 

(Yudi Hendarta)