Garut,Jurnalpolisi.co.id- Puluhan siswa-siswi Sekolah Dasar ( SD ) di Kecamatan BL Limbangan Kabupaten Garut ikuti Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kecamatan.
Pelaksanaan FLS3N kali ini di ikuti sebanyak 49 peserta dan LCC di ikuti 7 peserta lomba dari 7 gugus. Tentu semua bersaing bersama dengan menampilkan beberapa lomba, Dari lomba FLS3N yaitu tari gambar bercerita, Menyanyi Solo, Mendongeng, Seni tari , pantomim, Menulis Cerita, dan kriya, sedangkan LCC hanya Lomba Cerdas Cermat saja,” jelasnya.

Tegang menantang para peserta FLS3N dan LCC yang dikuti dari tiap masing-masing sekolah dasar yang mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti berbagai cabang lomba seni, Bertujuan untuk menggali, mengembangkan, serta menyalurkan bakat seni siswa sejak usia dini.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter, kreativitas, serta kepercayaan diri siswa, Kamis 09/04/26.
Dilokasi kegiatan Ketua pelaksana kegiatan KH.Yusup Tojiri,S.Pd.I di dampingi penasehat pelaksana kegiatan Asep Ohan Kartino,S.Pd.,M.Pd sampaikan bahwa para peserta akan bersaing secara sehat dan dalam suasana yang menjunjung tinggi sportivitas apresiasi terhadap seni.
Semua peserta telah mengikuti tiga tahap yaitu melalui proses seleksi di tingkat sekolah, sehingga lanjut ke tingkat gugus ,dan hari ini terakhir di tingkat kecamatan,” jelasnya.
Semua siswa-siswa pilihan yang telah dipersiapkan secara matang oleh guru pembimbing masing-masing.Panitia pelaksana di tingkat kecamatan biasanya melibatkan berbagai pihak, termasuk pengawas sekolah, kepala sekolah, serta guru-guru seni budaya. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten di bidangnya, dengan mempertimbangkan aspek teknik, kreativitas, penampilan, dan kesesuaian dengan tema lomba,
Pemenang dari masing-masing cabang lomba di tingkat kecamatan selanjutnya akan mewakili wilayahnya ke tingkat kabupaten, ” tambah KH Yusup .
Di tahap ini, persaingan akan semakin ketat karena mempertemukan para juara dari berbagai sekolah.
Lebih dari sekadar perlombaan, FLS3N memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan mencintai budaya bangsa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang teknik berkesenian, tetapi juga nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, dan rasa percaya diri.
Di berbagai daerah, antusiasme siswa dan sekolah terhadap FLS3N terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa minat terhadap seni di kalangan pelajar masih sangat tinggi dan perlu terus difasilitasi. Dengan dimulainya pelaksanaan di tingkat kecamatan, diharapkan akan lahir bibit-bibit seniman muda yang mampu mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat nasional.
Dengan demikian, pelaksanaan FLS3N jenjang SD di tingkat kecamatan menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan dan seleksi. Dari sinilah perjalanan panjang para peserta dimulai, menuju panggung yang lebih besar dan prestasi yang membanggakan.
( Ajo )







