Riau, Jurnal Polisi | Penangkapannya oleh KPK menjadi tamparan keras bagi publik yang sempat menaruh harapan tinggi padanya. KPK Sita Sejumlah Uang Saat OTT Gubernur Riau Abdul Wahid JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid.
KPK menyita sejumlah uang dalam OTT tersebut. “Sejumlah uang, nanti kami akan update soal itu,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin Selain Abdul Wahid, ada sejumlah orang lainnya yang terkena OTT. Total 10 orang termasuk Abdul Wahid.
“Benar ada kegiatan tangkap tangan yang KPK lakukan di wilayah Provinsi Riau. Saat ini ada sekitar sejumlah 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan,” ujarnya. Saat ini OTT berlangsung Tim KPK masih berada di lokasi. “Tim masih di lapangan,” jelasnya. Pihak yang diamankan KPK masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
Bagi sebagian warga Riau, kabar ini terasa seperti ironi. Sosok yang dulu dipuji karena kesederhanaannya kini harus berhadapan dengan hukum atas dugaan penyalahgunaan wewenang. “Selamat buat Pak Gubernur Abdul Wahid, semoga amanah memimpin negeri ini,” tulis seorang warga di media sosial beberapa waktu setelah pelantikannya. “Memang jodoh, pertemuan, rezeki, dan jabatan hanya Allah SWT yang menentukan.”
Takdir memang bisa berputar cepat. Dari cleaning service hingga kursi gubernur, simbol inspirasi rakyat kecil menjadi headline penangkapan oleh KPK. Abdul Wahid mengingatkan kembali bahwa kekuasaan selalu membawa ujian.
Dari seorang pekerja kebersihan yang menapaki tangga keberhasilan hingga menduduki kursi gubernur, kini ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa amanah jabatan tak bisa dipisahkan dari integritas moral. Bagi masyarakat Riau, peristiwa ini menjadi cermin perjuangan melawan korupsi belum berakhir, bahkan mereka yang pernah menjadi simbol harapan rakyat kecil.
Editor : Husin Tanjung







