Bukit Batu, Kasongan, Jurnalpolisi.co.id –
Dalam Raker (Rapat Kerja) dan Apel Hapakat yang ke – II Batamad Sekalimantan Tengah yang diadakan di Jl.Cilik Riwut Taman wisata Bukit Batu Kasongan Kalimantan Tengah sekitar Pukul 16:00 27/01/2024.
Walaupun di guyur hujan, tidak menurunkan semangat bagi Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (BATAMAD) menggelar rapat kerja dan Apel Hapakat yang ke – II (dua) di bukit batu Kasongan Kalimantan Tengah sore tadi.
Tujuan kegiatan ini dilaksanakan untuk merajut sinergitas kerja antara anggota Batamad di Propinsi Kalimantan Tengah di bumi Tambun Bungai ini.
Rapat kerja kali ini juga di hadiri dari perwakilan Batamad Propinsi Kalimantan Selatan serta para Pejabat dan para tamu undangan lainnya.
Panglima Batamad Propinsi Kalimantan Tengah Yuandrias menyampaikan dalam pidatonya” Hari ini kita melanjutkan sebuah apel yang di sebut apel Hapakat Batamad yang ke II (dua) dalam apel ini nanti setelah disini kita lakukan disini ditempat yang kita sudah tahu dan pahami ini adalah sebuah tempat dimana Pak Cilik Riwut sebagai tokoh, sebagai pejuang sekaligus sebagai pahlawan dari putra Dayak yang terbaik pada saatnya waktu itu berada ditempat ini, dan pada saat ini kita diijinkan oleh sebuah keadaan sekalipun hujan dan sekarang sudah berhenti kita melakukan kegiatan ini adalah untuk kebersamaan kita sebagai utus Dayak, sebagai orang Dayak, sebagai tuan rumah yang baik di Kalimantan Tengah, mengajak semua pihak untuk menjaga ketertiban dan keamanan dan pastikan Dayak Kalimantan Tengah tuan rumah disini.
“Dayak satu Komando, Dayak,Dayak,Dayak” (tegasnya memberi semangat), maksud dan tujuan ini semua adalah dimana Batamad ingin memastikan bahwa kita memiliki sebuah lembaga adat, lembaga adat Dayak yang mempunyai dasar hukum yang jelas yang dilindungi oleh undang – undang dasar, yang dibuat oleh sebuah peraturan daerah yang menjalankan hukum adat yang diberikan
dan dibuat di tumbang Anoi pada tahun 1894, yang memastikan juga bahwa kita sebagai orang Dayak, sebagai utus dayak yang merupakan tuan rumah disini sekaligus menjadi tuan rumah yang baik kepada siapapun dia yang hidup di Kalimantan tengah ini.
Keberadaan organisasi ini sekali lagi adalah lembaga adat Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak tentu berbeda dengan barisan keamanan, jadi Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak, artinya didalamnya terdiri dari ” yang masuk Batamad adalah Tentara Adat, yang masuk Batamad adalah Polisi Adat, Bukan Polisi Negara, bukan tentara Indonesia, kita adalah tentara adat, kita adalah polisi adat.
Saudaraku yang saya hormati seperti yang sudah kita Fahami semua, bahwa dimana bumi di pijak disitu langit di junjung, saya menambahkan lagi bahwa di Kalimantan tengah ini obyeknya adalah obyek orang Dayak, subyeknya adalah subyek orang Dayak.
Jadi orang Dayak ini adalah obyek dan subyek pembangunan yang dilakukan di Kalimantan Tengah, bila itu tidak dilakukan berarti tidak menginjak bumi, menjunjung langit. Jadi saya harapkan ini yang mau kita katakan kepada semua orang, bisa hidup enak disini bisa hidup nyaman disini dan kita pastikan kita semua bisa mendukung program yang dilakukan oleh pemerintah berikut mendukung pentingnya keamanan pemilu 2024 pungkasnya.
Sementara itu ketua panitia Raker dan Apel Hapakat yang ke II(dua)
Dedi Heronaldo Thamus, SE,,ME menambahkan dalam sambutan akhirnya, ” dapat saya informasikan jumlah Batamad sekarang tahun 2024 sudah berjumlah 50.000 orang dan semakin berkembang, yang awalnya tahun 2019 hanya cuma 1.600 orang sekarang sudah meningkat pesat, jadi ini dibawah kepemimpinan Panglima Batamad Pak Yuandrias, kami merasa bangga pak, kami berterima kasih dan berharap kepemimpinan Bapak tetap berlanjut lagi di tahun berikutnya. Tutupnya.
(Hariyoso).







