
Saumlaki, Jurnapolisi.co.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Kamis (6/3) malam menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sedikitnya 13 kecamatan terdampak dengan total 104 kepala keluarga (KK) yang terimbas. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara dua lainnya masih dalam pencarian.
Tim gabungan dari Polres Sukabumi, BPBD, TNI, Basarnas, dan relawan segera dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pendataan kerusakan akibat bencana ini.
“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan. Fokus utama kami adalah penyelamatan korban serta memastikan jalur transportasi kembali bisa diakses,” ujar Kabag Ops Polres Sukabumi, Kompol Dedi Suryadi, S.E., M.Si., Jumat (7/3).
Banjir parah terjadi di Kecamatan Jampang Kulon, Lengkong, Cisolok, dan Palabuhanratu, dengan ketinggian air mencapai 100 cm. Sejumlah pemukiman, jalan raya, dan fasilitas umum ikut terendam.
Di Kecamatan Palabuhanratu, luapan Sungai Ciranca menggenangi Puskesmas dan permukiman warga. Akibatnya, sebanyak 64 jiwa terpaksa mengungsi ke Kantor Bank Supra.
“Kami telah menyiapkan dapur umum dan bantuan logistik bagi para pengungsi. Tim masih bekerja keras untuk membuka akses yang tertutup longsor,” kata Kepala BPBD Sukabumi.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Lengkong, Simpenan, dan Warungkiara. Material longsor sempat menutup jalan utama di Desa Cilangkap, menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik.
Kejadian tragis terjadi di Kampung Cijangkar, Kecamatan Simpenan. Sebuah rumah tertimbun longsor, menewaskan seorang anak berusia 7 tahun, sementara dua orang lainnya masih dalam pencarian.
“Saat kejadian, hujan masih sangat deras. Kami berupaya maksimal dengan alat seadanya untuk menggali dan mencari korban yang tertimbun,” ungkap seorang relawan yang terlibat dalam pencarian.
Sementara itu, luapan Sungai Bojong di Kecamatan Cikembar merendam Perumahan Pratama Indah Residence, berdampak pada 115 warga yang sebagian harus mengungsi ke Kantor Desa Bojong.
Hingga saat ini, tim gabungan masih melakukan pemantauan di lokasi-lokasi terdampak, mengingat hujan deras masih berpotensi terjadi.
“Situasi masih dinamis. Kami mengimbau masyarakat di daerah rawan bencana agar tetap waspada, terutama jika hujan deras kembali turun dalam waktu dekat,” tutup Kompol Dedi Suryadi.
Pihak berwenang juga meminta warga segera melaporkan jika terjadi kondisi darurat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Upaya pencarian korban dan pemulihan pasca-bencana masih terus berlangsung. (Nik Besitimur)







