Saumlaki, Jurnalpolisi.co.id – Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua sekaligus Sekjen Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) Papua, Ali Kabiay, mengajak seluruh masyarakat Papua untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memperkuat toleransi antarumat beragama selama bulan suci Ramadan.
Ali Kabiay menegaskan bahwa Papua dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan saling menghormati antar pemeluk agama. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus menjaga keharmonisan sosial, terutama dalam menghadapi momen penting seperti Ramadan, di mana umat Muslim menjalankan ibadah puasa.
“Mari kita tunjukkan bahwa Papua adalah tanah yang penuh dengan kebersamaan, toleransi, dan saling menghormati. Kita harus menjaga kerukunan agar semua umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan damai,” ujar Ali Kabiay dalam keterangannya.
Menurutnya, toleransi bukan hanya sebatas menghormati keyakinan orang lain, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung praktik ibadah masing-masing agama. Ali mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kebutuhan sesama, seperti tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu umat Muslim yang sedang menjalankan puasa serta membantu menciptakan suasana yang damai dan harmonis.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak seluruh pemimpin agama, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial di Papua selama Ramadan. Ali berharap semua elemen masyarakat bisa bersinergi dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
“Kita semua memiliki peran dalam menciptakan kedamaian. Para pemimpin agama, tokoh masyarakat, dan generasi muda harus menjadi contoh dalam menunjukkan sikap saling menghargai dan menjaga persatuan,” tambahnya.
Ali Kabiay juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai toleransi sejak dini. Ia mengimbau para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka agar tumbuh dengan sikap saling menghormati dan menjunjung tinggi keberagaman. Dengan begitu, generasi mendatang akan memiliki kesadaran yang kuat akan pentingnya persatuan di tengah perbedaan.
Lebih lanjut, Ali menyoroti pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban selama Ramadan. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan yang dapat merusak harmoni sosial dan segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan hal yang mencurigakan.
“Kita harus selalu waspada dan proaktif dalam menjaga lingkungan kita tetap aman. Dengan adanya kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparat keamanan, kita bisa memastikan Ramadan berlangsung dengan damai,” tuturnya.
Dengan imbauan ini, diharapkan seluruh masyarakat Papua dapat berkontribusi dalam menjaga stabilitas sosial serta menciptakan lingkungan yang kondusif. Ramadan seharusnya menjadi momen refleksi bagi semua umat beragama untuk semakin mempererat persatuan dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan yang telah lama menjadi ciri khas Papua.
Ali Kabiay berharap bahwa semangat toleransi dan kebersamaan ini tidak hanya berlangsung selama Ramadan, tetapi juga dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, menjaga keharmonisan dan persatuan adalah kunci utama dalam membangun Papua yang damai dan sejahtera. (*)







