Aksi Cepat Kapolsek Bojongsoang: Turun ke Genangan Cijagra, Sebar Personil Urai Kemacetan Sejak Pagi Buta

 

BOJONGSOANG, BANDUNG – Merespons keluhan masyarakat terkait kemacetan akibat luapan air, Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, S.I.P., turun langsung memimpin operasi penarikan arus lalu lintas pada Selasa pagi, 14 April 2026.

 

Fokus utama penanganan dilakukan di lokasi genangan air Kampung Cijagra, Jalan Terusan Bojongsoang, Desa Bojongsoang. Wilayah ini menjadi titik krusial perlambatan kendaraan karena genangan yang menutupi sebagian badan jalan utama.

 

Strategi Penarikan Arus dan Tebar Personil

Guna memastikan mobilitas warga yang berangkat bekerja dan sekolah tetap terjaga, Kapolsek Bojongsoang mengerahkan personil gabungan di sepanjang jalur terusan. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

 

Penyebaran Personil: Menempatkan anggota di titik-titik sebelum genangan untuk mengatur antrean agar tidak mengunci persimpangan.

 

Penarikan Arus Manual: Melakukan penarikan arus secara intensif dari arah Baleendah menuju Bandung dan sebaliknya guna mengurangi ekor kemacetan.

 

Panduan Jalur: Memberikan arahan kepada pengendara untuk mengambil lajur yang lebih dangkal guna menghindari kendaraan mogok di tengah genangan.

 

Instruksi Kapolresta Bandung

Kegiatan ini dilaksanakan selaras dengan arahan Kapolresta Bandung Kombes Pol Dr. Aldi Subartono. Melalui Kapolsek Bojongsoang Kompol Undi Kurnia, ditekankan bahwa Polri harus menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat menghadapi hambatan di jalan raya, terutama saat cuaca ekstrem.

 

“Pagi ini kami sebar personil di titik-titik lelah masyarakat. Fokus kami adalah menarik arus secepat mungkin agar perlambatan di genangan Cijagra tidak menyebabkan stagnasi total. Kami hadir untuk memastikan roda ekonomi dan aktivitas warga tetap berputar meski kondisi jalan terhambat air,” tegas Kompol Undi Kurnia di lokasi.

 

Kondisi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, meski volume kendaraan sangat padat, arus lalu lintas di Jalan Terusan Bojongsoang tetap bergerak berkat pengaturan manual oleh petugas. Masyarakat dihimbau untuk tetap berhati-hati, menjaga jarak aman, dan tidak saling serobot yang dapat memperparah kemacetan.***

Ratna Ningsih (JP Red).

Posting Terkait

Jangan Lewatkan