Ada Apa Puluhan Warga Datangi Rumah Oknum Caleg Ininisial MA Dapil 1 Menggala

Menggala, Jurnalpolisi.co.id – Puluhan warga dari beberapa dusun Kecamatan Menggala datangi salah satu rumah calon legisl hnatif (caleg) DPRD dari partai UMAT daerah pemilihan (dapil) 1 Tulang Bawang nomor urut 01 inisial (M) di Jalan IV Lingkung Lingai Raya Kelurahan Menggala Tengah Kabupaten setempat pada Selasa sore hingga malam, (13/2).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dan hasil konfirmasi beberapa awak Media, pada salah satu perwakilan warga inisial (AR) warga jalan Lintas Timur Belakang Kantor DPRD Kabupaten Tulang Bawang, mewakili warga lainnya.

Menurutnya bahwa mereka sengaja bersama sama dari berbagai dusun mendatangi rumah caleg DPRD setempat nomor urut 1 dari partai UMAT guna meminta pengembalian data diri warga seperti photo copy KTP (kartu tanda penduduk) yang telah diserahkan kepada salah satu Tim pemenangan caleg inisial (…?) data diri warga yang terkumpul itu dimaksud sebagai bukti bahawa mereka siap mencoblos nama atau no urut caleg seperti yang diminta.

“Kami sengaja kesini, kami minta kembalikan semua photo copy data warga yang telah kami serah itu, karena pihak mereka sampai sekarang tidak kunjung menepati apa yang mereka janjikan itu. Dan kami juga didatangi dan ditanya terus silih berganti oleh warga lainnya,” kata AR yang disuruh mendata calon pemilih untuk mencoblos caleg tersebut.

Ditempat yang sama seorang Ibu rumah tangga warga Kecamatan Menggala yang tidak mau disebutkan namanya, mengeluhkan bagaimana bingung mau pulang ke rumah karena terus ditanya sahabat dan keluarganya, bahkan handphonnyapun di silentnya, ia sebutkan sekitar 54 photo copy KTP dari kelurga, kerabat dan sahabatnya yang terkumpul melaluinya. Menurutnya sebelumnya ia sudah izin waktu ketemu di kantor dengan (mami… red).

“Saya mau nanyain tentang KTP data yang sudah saya bawa kemarin itukan saya disuruh bawa, inikan sudah waktu akhir datang kesini saya sudah dua kali dari kemarin mami gak ada, saya chat di group juga belum dijawab, bingung saya semua kerabat, keluarga, sahabat sudah pada nanyain sampai HP saya sudah mode pesawat, gak banyak sih hanya lima puluh empat KTP aja, ya untuk bantu mami dan sebelumnya sudah laporan ke mami waktu kumpul kumpul di kantor (ya gak papa bawa aja kesini … red) ia menirukan bahasa mami.” Ungkapnya.

Beberapa warga kesal sudah sampai detik akhir masa tenang pelaksanaan pemilu apa yang dijanjikan kepada mereka tak kunjung diterima, sedangkan warga tersebut merasa telah menuruti sesuai arahan salah satu pihak Timses caleg, karena di iming-imingi nanti mendekati pemilihan akan diberikan uang sebesar Rp. 150 ribu per orang.

Rumah yang nampak sepi karena memang jarang mereka tempati dan hingga larut malam warga tetap bertahan dihalaman dan teras rumah suami celeg tersebut berharap bertemu karena ada informasi bahwa inisial (M) akan datangi langsung warga namun tidak juga datang ataupun perwakilannya sampai warga satu persatu membubarkan diri.

(Tim/Edi Supriadi)