Hampir Dua Tahun Dalam Penantian, Tak Juga Kunjung Terbang.

Kab. Cirebon, JP | Harapan ribuan anak muda Indonesia untuk memperbaiki nasib dengan bekerja ke luar negeri berujung pada siklus kekecewaan. Terpikat dengan tawaran gaji puluhan juta rupiah, sejumlah anak muda selama bertahun-tahun berakhir menjadi korban penipuan.

Peristiwa ini bermula pada (Senin, Tgl. 6/7/26) di Desa Hulubantenglor, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, awalnya korban berinisial Mohamad Iskandar berniat bekerja ke Luar Negeri, dengan tujuan Abu dhabi, mendaftar di PT. ABEL INSANI, yang beralamat di Jalan Ciledug – Bojongsari Kecamatan Ciledug. Sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja. Pada saat itu Imron Rosidi selaku Direktur utama perusahaan tersebut.

Dengan mengiming-imingi gaji yang cukup lumayan, masa tunggu atau proses tiga bulan, bekerja di kapal pengisi bahan bakar antar negara, demikian ujar Imron pada Mohamad Iskandar warga desa Hulubantenglor, blok Pon Rt.006/Rw.003, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon Jabar, selaku korban.

Saat team media datang ke kediamannya (Kamis, 2/7/26) Mohamad Iskandar mengatakan, “untuk persyaratan administrasi saya diminta transfer ke rekening atas nama Imron Rosidi, pertama tgl. 20/9/24 sebesar Rp. 10.000.000,- kedua Tgl. 23/9/24 sebesar Rp. 1000.000,00,- ketiga tgl. 06/10/24 sebesar Rp. 1000.000,- total Rp. 30.000.000,- (Tiga Puluh Juta Rupiah) lebih.” Ucapnya.

Katanya, “uang tersebut dipergunakan untuk proses pembuatan buku pelaut sebesar Rp. 10.000.000,- sedang paspor dirinya masih memiliki dan masih berlaku bekas proses Di PT. lain.” Katanya.

Namun setelah menunggu selama hampir dua tahun, tidak ada panggilan. Bahkan PT. ABEL INSANI yang berdomisili di Jalan Ciledug – Bojongsari ditutup, didiga sewa kontraknya habis. Imron Rosidi pun tidak pernah dapat dihubungi baik via darat maupun telephone.” Ungkapnya.

Merasa dirinya tertipu, Mohammad Iskandar melapor ke Polsek Waled, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon dan dalam penanganan.
Kasus ini menjadi peringatan penting bagi calon tenaga kerja agar berhati-hati dalam memilih legalitas perusahaan penyalur tenaga kerja dan tidak mudah tergiur dengan bujuk rayu oknum yang menjanjikan keberangkatan cepat. (Tim Investigasi)