Rapat Konsolidasi dan Halal Bihalal LMB Kepri Satukan Visi dan Susun Program Kerja

Batam — Jurnalpolisi.co.id / Rapat Konsolidasi dan Halal Bihalal (LMB) Kepri Satukan Visi dan Susun Program Kerja.Pengurus Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kepulauan Riau menggelar rapat konsolidasi sekaligus halal bihalal yang berlokasi di Hotel King Seraya Kota Batam, Sabtu, 11 April 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum awal untuk menyatukan visi organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja ke depan.

Kegiatan diawali dengan perkenalan dan verifikasi pengurus, dilanjutkan dengan penandatanganan simbolis sebagai bentuk komitmen bersama.

Suasana kemudian berlanjut ke diskusi kelompok yang mensimulasikan penyusunan program kerja dari masing-masing divisi.
Dalam sambutannya, salah satu pimpinan organisasi menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda seremonial.

“Kita ingin menyatukan visi dan misi agar langkah organisasi ke depan lebih terarah. Apa yang perlu diperbaiki dan dibenahi, mari kita lakukan bersama,” ujarnya.

Momentum halal bihalal yang masih berada dalam suasana Idul Fitri 1447 Hijriah juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antar pengurus. Para peserta saling bermaafan sebelum memasuki sesi diskusi yang lebih substantif.


Salah satu pengurus bidang hubungan masyarakat (humas) menyampaikan bahwa peran humas akan difokuskan pada tiga hal utama membangun citra organisasi, menjaga hubungan dengan publik dan media, serta mengelola isu. Program kerja yang dirancang antara lain penyelenggaraan kegiatan pada hari besar nasional dan daerah, menjalin relasi dengan wartawan dan kreator konten, serta memantau opini publik secara berkala.

“Ke depan, humas akan menjadi jembatan antara organisasi dengan masyarakat luas.

Kita juga akan aktif merespons isu-isu sosial, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat Melayu,” ujarnya.

Sementara itu, usulan lain muncul dari peserta terkait penguatan struktur organisasi hingga pembiayaan kegiatan. Salah satu peserta menekankan pentingnya kemandirian finansial melalui kontribusi internal anggota dan jejaring donatur.

Menurutnya, organisasi perlu menginventarisasi potensi ekonomi anggotanya.

“Jika ada 50 orang yang berkomitmen menyumbang secara rutin, organisasi bisa memiliki kekuatan untuk menjalankan program nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan rencana pembentukan 18 divisi, mulai dari organisasi dan keanggotaan, hukum dan advokasi, hubungan pemerintahan, hingga bidang strategis seperti investasi, pendidikan, lingkungan hidup, dan kebudayaan.

Selain fokus internal, sejumlah pengurus juga mendorong agar LMB segera memperluas jaringan ke kabupaten/kota di Kepulauan Riau, serta menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Rapat ditutup dengan doa bersama, dengan harapan Laskar Melayu Bersatu dapat menjadi organisasi yang solid dan berkontribusi nyata bagi masyarakat Melayu, khususnya di Batam dan Kepulauan Riau.

(Siti JP)