Camat Lembang Ungkap 3 Penyebab Utama Banjir Dan Banjir Bandang Di Musim Hujan 2025

Jurnalpolisi.co.id-Lembang, Senin (29/12/2025) Jurnal Polisi Pers mewawancarai Camat Lembang, Drs. Bambang Eko Setyowahjudi, terkait seringnya terjadi banjir dan banjir bandang di wilayah Kecamatan Lembang selama musim hujan tahun 2025.

Dalam keterangannya, Camat Bambang menyampaikan bahwa selama dua tahun masa jabatannya, wilayah Lembang kerap dilanda banjir, bahkan di beberapa titik terjadi banjir bandang. Salah satu lokasi yang paling sering terdampak adalah jalan utama depan Pasar Panorama Lembang, di mana genangan air hujan dapat mencapai sekitar dua meter.

Menjawab pertanyaan Jurnal Polisi Pers terkait penyebab banjir, Camat Bambang menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama yang memicu terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Lembang.

Pertama, banyaknya drainase induk yang tertutup beton, di antaranya berada di Jalan Murhadi, Jalan Minatu, dan Jalan Pengadean. Penutupan drainase tersebut menyebabkan aliran air hujan tidak berjalan optimal sehingga air meluap ke badan jalan dan permukiman warga saat curah hujan tinggi.

Kedua, adanya alih fungsi Situ Lembang atau Situ Umar. Menurut Camat Bambang, situ tersebut sebelumnya berfungsi sebagai penampungan atau terminal air hujan. Namun sejak sekitar tahun 2012, kawasan itu dialihfungsikan menjadi objek wisata Floating Market Lembang. Perubahan fungsi tersebut dinilai mengurangi daya tampung air, sehingga berdampak langsung pada meningkatnya risiko banjir di kawasan sekitar.

Ketiga, faktor kerusakan lingkungan di wilayah hulu, seperti berkurangnya daerah resapan air akibat alih fungsi lahan,

pembangunan yang tidak terkendali, serta minimnya ruang terbuka hijau. Kondisi ini menyebabkan air hujan tidak terserap dengan baik dan langsung mengalir ke wilayah hilir.

Camat Bambang menegaskan bahwa persoalan banjir di Lembang tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan memerlukan penanganan terpadu lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, instansi teknis, hingga kesadaran masyarakat.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan dinas terkait untuk mencari solusi jangka pendek dan jangka panjang, termasuk normalisasi drainase, evaluasi tata ruang, serta penguatan fungsi resapan air,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan turut menjaga lingkungan, karena peran masyarakat sangat penting dalam mengurangi risiko banjir di wilayah Lembang.

(Dian jp red)