Majalengka, JP
Program hibah air minum perkotaan merupakan hibah dari Pemerintah Pusat kepada Daerah dengan pendekatan kinerja terukur.

Pemerintah kabupaten Majalengka dalam rangka memberikan pelayanan terbaik dan juga untuk meringankan beban masyarakat khususnya dalam penyaluran air bersih, Pemkab Majalengka dalam hal ini Perusahaan Dalam Air Minum (PDAM) kabupaten Majalengka, menghadiri program Hibah Air Minum bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Program tersebut secara resmi diluncurkan (Launching) oleh Bupati Majalengka Dr, H. Karna Sobahi, M.M.Pd, Kamis (22/06), yang bertempat di Kantor Pemerintahan Desa Panongan.
Pada acara launching tersebut dihadiri oleh Dirut Perumda Hj, Elin Lukitasari, SE, Pengawas Perumda H. Nanan, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Perumkim, unsur Muspida lainnya, unsur muspika kecamatan jatitujuh, para Kepala Desa se Kecamatan Jatitujuh, para penerima manfaat tokoh Masyarakat Desa Panongan. Disela sela acara tersebut pun, tampak hadir Drs , H. Rasum anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari fraksi PDI. P.
Mengawali acara tersebut, Camat Jatitujuh Drs Ikin Asikin dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Majalengka, yang mana dengan program ini bisa bermanfaat bagi 186 penerimaan manfaat, sebab melalui program ini bisa meringankan beban masyarakat.
Di penghujung acara Bupati Majalengka dalam sambutannya mengatakan, dari sejumlah kewajiban bupati yang harus diberikan, dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat, salah satunya kebutuhan air.
Disamping bupati mempunyai kewajiban melayani masyarakat, bagaimana agar jalannya bagus, perumahan dan rutilahu bagus, irigasi juga bagus, sekolah sekolah dibangun dan di gratiskan, puskesmas juga dibangun, dokter, perawatnya , ambulance, obat obatan dan pertaniannya. Pokoknya sejumlah kebutuhan rakyat, itu kewajiban bupati, menjadi pikiran bupati dan harus diprioritaskan, ucap Bupati Majalengka.
Ketika ada kekurangan bukan ada unsur yang disengaja, tetapi memang ada keterbatasan. Salah satu contoh dua tahun kita di porak porandakan oleh virus Corona yang menghabiskan uang APBD dan APBDes.
Dari jumlah terbanyak pada program MBR adalah Kecamatan Jatitujuh, 2270 sambungan ke rumah rumah ibu dan bapak, itu di Gratiskan alias di Nol rupiahkan, ucap Bupati Majalengka (Man’s).







