Cilacap, (10 Maret 2025) jurnalpolisi.co.id – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (kiri) menyumbangkan gaji bulan Maret sebesar Rp 6 juta kepada korban tanah longsor di Desa Babakan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (9/3/2025). CILACAP, KOBupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menyumbangkan gaji bulan Maret sebesar Rp 6 juta kepada korban tanah longsor di Desa Babakan Karangpucung, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam peristiwa itu, bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Huda rata dengan tanah. Selain itu, longsor juga mengakibatkan sebuah rumah rusak.
Syamsul mengatakan, sumbangan ini sebagai bentuk kepedulian dan dukungan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak musibah. Ada Bulan Purnama dan Super New Moon, Waspada Wilayah Ini Berpotensi Banjir Rob “Kami mentasyarufkan gaji bupati hari ini untuk membantu meringankan beban yang sedang tertimpa musibah,” kata Syamsul dikutip dari keterangan resmi saat meninjau lokasi bencana, Minggu (9/3/2025).
Syamsul menjelaskan, intensitas hujan yang berlangsung hingga delapan jam memicu pergerakan tanah yang mengakibatkan longsor di lokasi tersebut pada Kamis (6/3/2025) malam.
sebanyak 50 santri, terdiri dari 30 laki-laki dan 20 perempuan, selamat karena saat kejadian sedang melaksanakan shalat Isya dan tarawih di masjid. Oleh karena itu, Syamsul mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk selalu waspada. Jika hujan berlangsung terus-menerus, warga diminta segera mengungsi guna mengurangi risiko bencana. “Wilayah Cilacap barat ini memang rawan longsor. Kami imbau untuk selalu waspada demi meminimalkan dampak bencana,” ujar Syamsul.
Lebih lanjut, Syamsul mengatakan Ponpes Al-Huda akan dibangun kembali di lokasi yang lebih aman dan nyaman. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengikuti aturan keamanan saat mendirikan bangunan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, total kerugian akibat longsor ini diperkirakan mencapai Rp 345 juta. Pemkab Cilacap juga telah menyalurkan berupa bahan makanan, selimut, dan peralatan yang dibutuhkan untuk proses evakuasi. Palang Merah Indonesia (PMI) juga turut memberikan dukungan berupa paket sembako. “Kami sangat berterima kasih kepada Pemkab, Forkompimcam, dan relawan yang sigap membantu,” imbuh Syamsul.**
(Bayu Pratama)







