Jurnal Polisi Tasik Selatan
Selain sebagai penghasil buah aren(Kulang kaling) beberapa daerah di Kecamatan Culamega Tasik selatan juga dikenal sebagai penghasil buah-buahan. Manggis dan durian bahkan kini menjadi primadona di kecamatan Culamega.
Bulan pebuari 2024 ini tanaman manggis rata-rata sudah memasuki masa panen. Sayangnya harga manggis tak selalu manis. Bila masa panen tahun-tahun sebelumnya harga manggis cukup mahal di tingkat petani, tahun ini para petani hanya bisa pasrah menerima harga yang bahkan di bawah 5 ribu rupiah per kilogram.
Selain karena faktor panen bersamaan, buah manggis petani hampir merata kecil-kecil sehingga dihargai sangat murah. Hal itu diakui salah seorang Bandar manggis, Adeng warga Cilumbu Culamega. faktor cuaca yakni kemarau panjang membuat perkembangan buah manggis tak maksimal. “Pohonnya memang berbuah lebat, namun besaran buah tidak sesuai sehingga kurang diminati konsumen. Inilah yang membuat harganya murah,” terangnya beberapa waktu lalu.
Meski harganya murah, para petani mengaku cukup bersyukur ada hasil perkebunan yang bisa dijual. Terlebih di masa ekonomi sulit seperti sekarang ini. “ jadi selain dijual kami bisa berbagi buah manggis dengan saudara-saudara yang lain,” ucapnya.
Salah seorang bandar buah mangis , Adeng mengatakan, sebelumnya buah manggis yang kecil-kecil harganya Rp 6 ribu per kilogram. Seiring masuk masa panen, harganya kian anjlok bahkan menyentuh Rp 1000 ribu. Hanya buah manggis yang berkualitas super dihargai cukup mahal yakni antar Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. “Buah yang kecil-kecil tidak begitu disukai di pasaran, makanya harganya murah,” ujarnya.(Yuda D.A)







