Melangkah ke Panggung Dunia: Musik Tongtong Sumenep Hiasi Kemeriahan MotoGP Mandalika

Sumenep, //Jurnalpolisi.co.id_ Kebanggaan terpancar dari tanah Sumenep. Musik tongtong, kesenian asli Kabupaten Sumenep, turut mewarnai kemeriahan MotoGP Mandalika 2026 yang berlangsung Senin (5/10) di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Kehadiran musik tongtong di acara bergengsi ini menjadi momentum berharga. Melalui irama yang khas dan penuh semangat, budaya Sumenep dipersembahkan langsung kepada penonton nasional maupun internasional. Inilah peluang emas untuk menampilkan Warisan Budaya Takbenda Sumenep sebagai identitas bangsa yang kaya dan beragam.

Dari Sumenep ke Mandalika, musik tongtong membawa pesan persahabatan dan keindahan budaya. Semoga ke depannya, semakin banyak kesempatan bagi seni dan budaya daerah untuk tampil di kancah dunia, serta terus tumbuh dan dijaga oleh generasi penerus.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, musik tongtong tampil dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026, sebagai ruang strategis bagi seniman Kabupaten Sumenep, untuk menunjukkan bahwa seni budaya lokal memiliki daya tarik dan mampu hadir di panggung berskala internasional.

“Kami bangga musik tongtong Sumenep bisa tampil di Mandalika, karena bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi membawa identitas, sejarah dan kebanggaan masyarakat Madura ke panggung yang disaksikan masyarakat dari berbagai daerah, bahkan mancanegara,” kata Bupati kepada Media Jurnal Police Senin (05/10/2026).

Musik tongtong memiliki karakter yang kuat dengan bunyi khas yang lahir dari kreativitas pelaku seni budaya Madura, bahkan kesenian itu berkembang menjadi salah satu ekspresi budaya dengan merepresentasikan semangat, kebersamaan dan kreativitas masyarakat.

“Yang jelas, Musik Tongtong hadir pada momentum MotoGP menunjukkan bahwa pelestarian budaya bisa berjalan seiring dengan perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif,” terangnya.

Ia menyatakan, seni budaya tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus hidup, berkembang dan hadir di ruang-ruang publik, sehingga ketika musik tongtong tampil di Mandalika, semakin banyak orang mengenal kekayaan budaya Kabupaten Sumenep dan Madura.Tujuan Wisata

“Karena itu, kehadiran seni budaya itu mampu memberikan ruang lebih luas kepada para pelaku seni untuk terus berkreasi, sekaligus mendorong generasi muda agar semakin mencintai kesenian tradisional daerah,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) menampilkan Musik Tongtong Angin Ribut untuk tampil dalam Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk menjadikan kekayaan budaya sebagai bagian dari kekuatan promosi daerah, sebagai pintu masuk untuk memperkenalkan berbagai potensi lainnya, mulai dari pariwisata, kuliner, produk ekonomi kreatif hingga komoditas unggulan daerah.Hobi & Waktu Luang

“Musik tongtong bergema di Mandalika, membawa warna Madura, mengangkat nama Sumenep, dan memperlihatkan bahwa budaya lokal memiliki panggung yang luas di tengah dunia yang terus berubah,” pungkas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
(Paong JP)

Tinggalkan Balasan