DARI TANAH KUBURAN HINGGA LAPORAN RP171 JUTA: PERJALAN IKMBD DI USIA 34 TAHUN

 

DUMAI , JurnalPolisi.co.id – Ikatan Keluarga Masyarakat Batak Dumai (IKMBD) genap berusia 34 tahun pada 13 September 2026 . Perayaan HUT dirangkaikan dengan Rapat Anggota, penyampaian aspirasi ke Pemko, penyelesaian konflik, hingga klarifikasi laporan keuangan.

Perayaan digelar di Gedung Sri Bunga Tanjung, Minggu 13 September 2026 . Mengusung tema “Tappak Na Do Tajomna, Rim Ni Tahi Do Gogona” artinya Keteguhan dalam melangkah dan Kekuatan dalam kebersamaan.

Acara dihadiri Wakil Wali Kota Dumai Sugiyarto, S.E, anggota DPRD Yohanes Tetelepta, S.H., M.H dan Junjung Simorangkir , Ketua IKMBD Parlindungan Sinaga , Bendahara Herwin Marbun, Ketua Panitia Benget Pasaribu, serta pengurus dan perwakilan parsahutaon se-Kota Dumai.

Wawako Sugiyarto berpesan:
“Dengan perbedaan, mari kita jadikan kekuatan yang besar untuk kemajuan Kota Dumai”

Rangkaian : Tari Tor-tor, Pemberian Ulos Batak, Door prize, Pemotongan kue HUT, dan Hiburan vokal & trio.

Dalam sambutannya, Ketua IKMBD Parlindungan Sinaga menyampaikan 2 harapan :
– Anggota IKMBD yang kurang mampu dipermudah mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah
PNS dari pengurus IKMBD diberi kesempatan dan dipercaya di pemerintahan Pemko Dumai

– Parlindungan juga mengapresiasi dukungan Pemko selama ini dan berharap sinergi terus terjalin.

Di pertengahan 2026, IKMBD sempat menghadapi tantangan berupa konflik dengan BKGD terkait pengelolaan tanah kuburan Kristen di Simpang Murini.

IKMBD menegaskan hanya menjalankan tugas melindungi anggota dari pungutan berlebihan.
Puji Tuhan, konflik kini mereda. Hubungan baik telah terjalin dengan Ketua Umum BKGD 2026-2030 Pendeta Bedwin Simanjuntak dan Pendeta Donal Kumayas .
“Kami sudah mencari solusi terbaik bagi umat Kristen Kota Dumai dengan tidak membebani pungutan-pungutan uang atas penggunaan tanah kuburan Kristen”

Pasca HUT, Bendahara Umum Herwin Marbun menyampaikan laporan keuangan secara terbuka. Saldo kas per September 2026 tembus Rp171 Juta.

Menepis isu penggelapan dana, Herwin menegaskan:
“Demi memajukan organisasi serta kontribusi baju seragam dinas tanpa membebani kas, saya jahitkan untuk kami beberapa pengurus. Jadi ada pemberitaan mengatakan pengurus IKMBD menggelapkan uang, uang apa dan darimana uang itu digelapkan, kami sebagai pengurus terbuka”

Kebijakan baru IKMBD :
Dana kas hanya untuk kegiatan sesuai AD/ART tiap sektor/wilayah
Kegiatan di luar perencanaan ditanggung mandiri oleh pengurus

Herwin juga menyampaikan dukungan gotong royong dari Ketua Pembina Paruntungan Pane Sitorus dan Junjung Simorangkir.

Pengurus meminta warga Parsahutaon segera melunasi iuran demi kelancaran program.
“Kami berharap seluruh anggota IKMBD tetap solid, tidak terpengaruh isu-isu yang tidak benar”

( Merli sinaga )

Tinggalkan Balasan