Alasan PPKM, Sejumlah KPM BPNT Di Desa Sukaraja Wetan Kecamatan Jatiwangi, Masing-masing Dipungut Rp.10.000, Benarkah?

Majalengka, jurnalpolisi.co.id – Baru-baru ini viral di salah satu media sosial, dimana salah satu akun yang berinisial PDBB, dalam statusnya di sebuah grup yang menanyakan peruntukan uang sejumlah Rp. 10.000,- yang dipungut kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT di Desa Sukaraja Wetan Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Unggahan postingan tersebut diunggah pada hari Jum’at tanggal 19/11/2021, dalam postingannya ia menulis “Bansos bayar 10000 asanateh teu d Desa batur mh,” (bansos bayar 10.000 sepertinya di Desa lain tidak) dan kemudian akun tersebut memposting lagi unggahan dengan cuitan “Beas Desa ditebus sakarung 10.000, jang naon tateh (Beras Desa ditebus sakarung 10.000 buat apa itu, red),” tulis akun tersebut.

Untuk memperjelas informasi diatas, awak media meminta penjelasan kepada Kepala Desa Sukaraja Wetan yaitu Bapak Abdul Kohim, S.T., melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (20/11/2021).

Beliau menjelaskan, bahwa uang Rp. 10.000,- itu untuk biaya pengiriman sebesar Rp. 8.000,- dan Baznas (UPZ, red) sebesar Rp. 2.000,-, “Intinya pada waktu PPKM pembagian BPNT tidak boleh berkerumun akhirnya dianterin ke rumah masing-masing oleh para RT kemudian ada jasa ojek yg diminta oleh para RT peruntukannya 2000 utk baznas 8000 utk ongkos kirim. Dan mayoritas warga tdk mempermasalahkannya,” jawab Abdul Kohim singkat dalam chating pada aplikasi whatsApp.

Jawaban Kepala Desa diatas, tidak jauh berbeda dengan jawaban Iyan pemilik ewarong yang juga perangkat Desa Sukaraja Wetan dengan jabatan Kepala Dusun (Kadus) 4, “sepuluh rebu teh kanggo ojegna mah dalapan rebu, da aya (pungutan, red) uang baznas, gazibu teh nu dua rebu (sepuluh ribu tuh, buat ojegnya delapan ribu, kan ada uang baznas, gazibu tuh yang dua ribu, red),” jelas Iyan saat ditemui di rumahnya, selasa (23/11/2021).

Senada dengan itu, Kasi Pelayanan Desa Sukaraja Wetan yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan hal yang sama, awal mulanya saat pemberlakuan PPKM, dimana tidak boleh ada kerumunan, lalu paket sembako BPNT tersebut dikirim kerumah KPM masing-masing yang kemudian setiap KPM diminta sejumlah uang untuk biaya atau ongkos kirim dan donasi ke UPZ, “ti awal pas PPKM dilarang berkerumun tea, nu dua rebu mah kan dulunya di Baznas Kabupaten, ayeuna mah dikelolana ku Kecamatan,” jelasnya.

Dari semua jawaban diatas, semula kami menyangka bahwa pungutan sebesar Rp. 2.000,- yang ditukar dengan kupon itu dikeluarkan oleh Baznas Kabupaten Majalengka melalui UPZ yang berkantor di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Jatiwangi, namun ternyata bukan. Hal ini terungkap jelas saat wawancara dengan Kasi Pelayanan Desa Sukaraja Wetan, dimana ternyata ada UPZ yang lain diluar Kewenangan Baznas atau Kemenag.

UPZ tersebut adalah yang di syahkan melalui SK Camat Kecamatan Jatiwangi, seperti yang dijelaskan Winata, S.Sos., M.M.,
Kasi Kesos Kecamatan Jatiwangi yang juga Sekretaris UPZ versi Kecamatan Jatiwangi, beliau menjelaskan bahwa untuk pungutan sebesar Rp. 2.000, awalnya dikelola oleh Baznas Kabupaten, namun tidak tahu kenapa berhenti, kemudian pemerintah Kecamatan Jatiwangi melanjutkan program tersebut karena dinilai baik dengan membentuk kepengurusan UPZ Kecamatan Jatiwangi, “yang dua ribu udah berjalan khususnya Jatiwangi, sekarang itu langsung dikelolanya disini dan kepentingannya pun buat rakyat Jatiwangi ketika ada masalah, SKnya (Camat, red) ada dan payung hukumnya sudah ada,” jelas Winata saat ditemui di kantornya pada hari rabu, (23/11/21).

Begitupun Wawan Herawan, S.Sos., selaku ketua UPZ yang juga menjabat sebagai sekretaris Kecamatan Jatiwangi, beliau mengatakan hal yang sama. Namun, ketika awak media menanyakan kenapa harus membuat lagi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang baru, sementara UPZ yang sudah ada (yang berkantor di KUA Jatiwangi) tidak dimaksimalkan, “mohon izin sulit, untuk kepentingan #### aja sulit” jawab Wawan singkat.

(A. Hudri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 − seven =