Bantuan Langsung Uang Tunai Buat Pedagang Kaki Lima dan Warung Kecil di Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka Repat Sasaran

Serang, Mediakriminalitas,- program pemerintah melalui polres Cilegon terkait bantuan langsung uang tunai buat pedagang kaki lima dan warung kecil di Desa Kamasan kecamatan Cinangka sudah tepat sasaran.

Berdasarkan hasil Investigasi dan kroscek ke lapangan yang dilakukan tim media, dan menanyakan langsung kepada beberapa orang narasumber yaitu penerima mampaat yang yang kebanyakan dari ibu-ibu yang sehari hari nya berjualan di pesisir pantai, kepada tim media mengaku sangat terbantu dengan adanya program bantuan langsung uang tunai dari pemerintah yang di bagikan dan diterimanya langsung di kantor Polres Cilegon, pada hari Sabtu, 30/10/2021 yang lalu, mereka mengucapkan terimakasih kepada Kapolsek Cinangka beserta Anggotanya khususnya kepada Kapolres Cilegon atas program bantuan langsung uang tunai dari pemerintah yang di bagikan dan diterimanya langsung di kantor Polres Cilegon, dirasakan sudah tepat sasaran karena saat ini masyarakat sedang kesusahan dampak dari pandemi covid 19.

Aminah, salah seorang warga yang di dampingi ketua RT. Kamasan sekaligus mewakili ibu-ibu penerima mampaat mengungkapkan bahwa bantuan program pemerintah tidak ada keterkaitan dan keterikatan dengan Pilkades di desa Kamasan karena tiga bulan yang lalu sudah ada pendataan untuk calon penerima mampaat program bantuan langsung uang tunai dari pemerintah yaitu untuk para pedagang kaki lima dan warung kecil di Kp.Kamasan, selanjutnya pada hari Jumat, tanggal 29 Oktober 2021, kami mendapat surat undangan dari Polres Cilegon untuk mengambil uang bantuan sebesar Rp.1.2 juta yaitu pada hari Sabtu, 30/10/2021, surat undangan tersebut di serahkan oleh sdr.Indra kepada kami calon penerima mampaat di kp.kamasan, dia(red) hanya berpesan harus datang masing-masing dan tidak bisa diwakilkan.
Setelah kami menerima surat Undangan dari polres Cilegon, kami berinisiatif mencarter mobil angkot jurusan sirih -cilegon dimana sdr.Irfan alias saripong, yang juga tetangga kampung diketahui pekerjaan sehari-hari nya sebagai sopir angkot.

Aminah menegaskan bahwa uang bantuan dari pemerintah tersebut utuh di terima yaitu sebesar Rp.1,2 juta dan kami ibu-ibu bersepakat patungan membayar jasa angkot yaitu sebesar Rp.300 ribu kepada Irfan alias saripong.

Berkaitan dengan adanya issue dugaan pemotongan oleh sdr.indra , dibantah oleh Aminah dan ibu-ibu lainnya bahwa itu tidak benar, karena Indra saat itu tidak ikut pada saat pengambilan uang ke polres Cilegon, adapun kami dari pihak ibu-ibu mengakui dan merasa simpati serta rasa terima kasih kepada Indra sebagai OB/Tenaga sukarelawan di kantor Polsek Cinangka, sepulangnya dari Polres Cilegon, kami memberikan sekedar uang rokok secara ikhlas dan sukarela kepada Indra
dan menurut kami tidak ada salahnya, karena hal tersebut adalah hal yang wajar, terangnya.

Ditempat berbeda, indra saat dikonfirmasi awak media membenarkan apa diterangkan oleh Ibu ibu sebagai penerima manfaat dari
bantuan langsung uang tunai sebesar Rp.1,2 juta kepada 30 orang para pedagang kaki lima dan warung kecil di Kp.Kamasan.
Indra menambahkan bahwa dirinya bukan Sebagai Banpol tapi hanya sebagai Tenaga sukarelawan/OB, di Kantor Polsek Cinangka, berkaitan dengan bantuan kepada ibu-ibu di jelaskan Indra hanya menyerahkan surat undangan kepada ibu ibu untuk mengambil uang bantuan di kantor polres Cilegon, indra membantah ketika ada issue melakukan pungli, apalagi dikaitkan dengan tim sukses 04 pada Pilkades yang lalu informasi tersebut keliru dan sama sekali tidak benar, atas kejadian dan kegaduhan ini, Indra meminta kepada pihak terkait untuk mengklarifikasi/ meluruskan issue dan atau dugaan pungli yang dikaitkan dengan Pilkades di desa Kamasan, jelasnya.

Dikonfirmasi lewat telpon selulernya Irfan alias saripong, hanya tahu bahwa pada hari Sabtu tanggal 30/10/2021 pihaknya satu hari di Carter oleh 30 orang ibu ibu penerima bantuan untuk antar jemput dari Kamasan ke kantor polres Cilegon, dengan kesepakatan jasa angkut nya yaitu sebesar Rp.300 ribu, jelasnya.

Menanggapi adanya issue pemotongan/pungli kepada ibu ibu penerima mampaat bantuan buat pedagang kaki lima dan warung kecil, secara tegas AKP Agustian selaku Kapolsek Cinangka jika bener itu terjadi dengan didukung oleh dua alat bukti dan dilaporkan ke kantor Polsek pihaknya akan menindaklanjutinya.

AKP Agustian menambahkan, untuk penerima bantuan tersebut harus yang menerima / nama yang tertera di daftar bantuan tersebut tidak bisa diwakilkan dan guna memudahkan pengambilan, ke kantor polres Cilegon AKP Agustian, menyarankan agar masyarakat/ibu ibu, mencarter mobil angkutan umum(angkot)

Dari pantauan dan pengawasan program bantuan buat 30 orang pedagang kaki lima dan warung kecil, di kp. Kamasan,Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka-serang Alhamdulillah bantuan tersebut diterima masyarakat dengan utuh, dan sudah tepat sasaran, adapun adanya pemberian dari masyarakat kepada Indra selaku OB di kantor Polsek cinangka itu hanya sebagai ucapan terimakasih saja dari masyarakat penerima bantuan tersebut, tidak lebih karena masyarakat merasa terbantu, dan sifatnya ikhlas serta sukarela, Paparnya.
( icha jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + eighteen =