Soal BPNT: Diduga Adanya Pembiaran, Kinerja Dinsos PMDP3A Tasikmalaya Dipertanyakan.

jurnalpolisi.co.id

Tasikmalaya-Banyaknya persoalan pada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang sampai saat ini tak kunjung terselesaikan, malah terkesan dibiarkan oleh pihak terkait.

Diantaranya, persoalan mengenai adanya pemaketan sembako, ketidak sesuaiannya harga, dan Agen E-warung yang tidak sesuai dengan aturan Pedoman Umum (Pedum).

Soal Kisruh BPNT Tasikmalaya, Tokoh Masyarakat Pancatengah Akan Lakukan Audiensi

“Selama ini Bagaimana pengawasannya dari pihak terkait khusunya Dinas Sosial PMDP3A. Sebelumnya Bidang Penanggulangan Fakir Miskin, Data dan Perlindungan Jaminan Sosial (PFM Linjamsos) akan membuat berita acara rekomendasi penggantian mengenai E-warung yang tidak sesuai dengan Pedum, namun sampai dengan saat ini mana realisasinya?” Tanya Tokoh Masyarakat Pancatengah, Hakim melalui Jurnalpolisi co id, selasa (14/9/21).

Dinsos PMDP3A Tasikmalaya Verifikasi e-Warung BPNT, LSM GMBI: Pihak Bank BRI Harus Cepat Tanggap

Kenyataanya, lanjut Hakim, sampai dengan saat ini masih belum ada perubahan. “Adanya konter jadi E-warung, seorang perangkat desa jadi E-warung, apakah selama ini tidak terlihat atau memang sengaja di biarkan, fungsi pengawasannya dimana?,” tanyanya lagi.

Hakim berharap, pihak dari Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) segera turun tangan. “Khususnya di Kecamatan Pancatengah harus ada pembenahan, dan oknum pihak terkait yang diduga melakukan pembiaran agar di tindak sesuai dengan prosedur,” ringkasnya.

(Hermansyah.jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

12 + fifteen =