Ditreskrimsus Polda Jabar Berhasil Tangkap Pelaku Pembuat Sertifikat Vaksin Palsu

Jurnalpolisi.co.id

Bandung – Reskrimsus Polda Jabar berhasil ungkap tindak pidana Penawaran/perdagangan jasa pembuatan sertifikat vaksin covid 19 tanpa melakukan penyuntikan vaksin covid 19 dengan modus operandi ilegal akses melalui website Primaycare.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Erdi A Chaniago, S.I.K., M.Si., Menjelaskan saat siaran Pers,  “Diketahui pada hari Jum’at tanggal 27 Agustus 2021 penyidik unit I subdit I Dit Reskrimus Polda Jabar di Jl. Sukarno Hatta
No. 748 Kota Bandung menemukan akun Facebook “Jojo” menawarkan jasa pembuatan dan memperdagangkan sertifikat vaksin covid-19 kepada pemesan tanpa melakukan penyuntikan vaksin covid-19 yang mana sertifikat vaksin covid-19 dari pelaku mirip dengan sertifikat vaksin covid-19 yang dikeluarkan oleh pemerintah (Aplikasi pedulilindungi) dalam pembuatan sertifikat vaksin dihargai Rp. 100.000 s/d Rp. 200.000/ sertifikat.
Selasa (14/9/2021)

Lanjut Kombes Pol Erdi A Chaniago, S.I.K., M.Si., Bahwa ( JR ) membuat Sertifikat vaksin covid-19 tanpa perlu melakukan suntik vaksin covid-19 terlebih dahulu kemudian menawarkan sertifikat tersebut melalui Facebook dengan nama akun JOJO dengan jasa pembuatan sebesar Rp. 200.000 (Dua ratus ribu rupiah) dengan hanya mengirimkan identitas KTP (NIK) saja pemilik Akun tersebut milik Sdr. JONATHAN RANGGA alias JOJO dan melakukan akses pembuatan sertifikat di kediamannya cara pembuatan sertifikat vaksin yakni mengakses dari website Primarycare kemudian pelaku (JR) memasukkan data berupa NIK pemesanannya dan pemesan akan mendapatkan sertifikat vaksin covid-19 tanpa melakukan penyuntikan vaksin terlebih dahulu dan sampai saat ini JR sudah membuat 9 sertifikat vaksin covid-19 tanpa melakukan proses suntik vaksin covid-19 ke berbagai daerah di wilayah Indonesia.

Barangbukti yang di dapat ; 1 Unit Laptop ukuran 14″ warna Hitam, 1 Unit Hand Phone Android, 1 Unit Kartu ATM An. Jonathan Rangga, 1 Bundel Print Out Dokumen Sertifikat Vaksin Covid 19, 1 Lembar bukti tranfer m-Banking BCA ke rek3ning A.n Jonathan Rangga, 1 Lembar bukti percakapan Facebook Massanger, 1 Bundel print out akses website Primarycare. tambah Kombes Pol Erdi A Chaniago, S.I.K., M.Si.

Tersangka terjerat dengan Pasal 62 ayat (1) JO pasal 9 ayat (1) Huruf C undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, Pasal 115 JO pasal 65 ayat (2) undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 48 ayat (1) JO pasal 32 ayat (1) dan atau pasal 51 ayat (1) Jo pasal 35 undang-undang RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik, Pasal 266 ayat (1) dan atau pasal 268 ayat (1) KUHP.” tegas Kombes Pol Erdi A Chaniago, S.I.K., M.Si.

Tersangka terancam pidana dengan ancaman kurungan paling rendah 4 tahun penjara dan paling tinggi 12 tahun penjara denda paling rendah 2 miliar rupiah dan denda paling banyak 12 miliar rupiah.” ujar Kabid Humas.

Pasal 62 ayat (1) JO pasal 9 ayat (1) Huruf C undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen : Ancamannya 5 tahun penjara dan denda 2 miliar rupiah, Pasal 115 JO pasal 65 ayat (2) undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan ancamannya 12 tahun penjara dan denda 12 miliar rupiah, Pasal 48 ayat (1) JO pasal 32 ayat (1) undang-undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik ancamannya 8 tahun penjara dan denda 2 miliar rupiah, Pasal 51 ayat (1) JO Pasal 35 undang-undang RI No 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik ancamannya 12 tahun penjara dan denda 12 miliar rupiah, Pasal 266 KUHP ancamannya 7 tahun penjara, Pasal 268 KUHP ancamannya 4 tahun penjara.” tutup Kombes Pol Erdi A Chaniago, S.I.K., M.Si.

Red.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × four =