Kapolsubsektor Cilengkrang Monitoring PTMT Tingkat Paud Sampai SLTA di Wilayah Kecamatan Cilengkrang

JP Kab Bandung.

Cilengkrang – Polsubsektor Cilengkrang Polsek Cileunyi Polresta Bandung menggelar kegiatan monitoring di sekolah yang menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka dengan ketentuan Kapasitas 50 % dengan Prokes Ketat serta kawasan patuh protokol kesehatan.

Kapolsubsektor Cilengkrang IPDA Ukar, S.H bersama dengan Fokopimcam Cilengkrang serta para anggota Bhabinkamtibmas kali ini melakukan monitoring ke tiap sekolah yang melaksanakan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) antara lain:
1.TKIP Al Alutfi I di Komp Pasirjati Rw 14 Ds.Jatiendah
2.Kober Al Istiqomah di Karangarum VIII Ds.Melatiwangi
3.SDN Pasir Luhur Ds. Cipanjalu
4.SMP N 1 Cilengkrang
5.SMP N 2 Cilengkrang
6.SMA-SMP NURUZAMAN Ds.Cilengkrang

Turut hadir dalam giat monitoring tersebut diantaranya Bpk. Agus Hindar Ruswanto , S.STP , M.Si ( PLT. Camat Cilengkrang, Ibu . Wiwin ( korwil uptd kec cilengkrang ), Ibu . Cucu ( pengawas paud ), Bpk. Jaenal ( Penilik ) dan dari Kepala Puskesmas Cilengkrang Dr. Mutia

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, S.I.K, M.M melalui Kapolsubsektor Cilengkrang IPDA Ukar, S.H mengatakan sekolah dapat melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di suasana PPKM Level 3 dengan ketentuan pengetatan Protokol Kesehatan dan kapasitas 50%.

“Berpedoman kepada ketentuan Inmendagri Nomor 35 Tahun 2021 yang berisikan ketentuan sekolah yang menyelenggarakan PTM dapat Dilaksanakan dengan ketentuan Kapasitas 50 % dengan Prokes Ketat apalagi sekolah menjadi prioritas Kawasan Patuh Prokes, dan agar tidak terjadi cluster baru penyebaran Covid-19 di sekolah,” katanya. Kamis (09/09/2021)

Di lain tempat Kapolsek Cileunyi Kompol Wahyo, S.H Menjelaskan bahwa sekolah dapat melaksanakan PTM wajib mengedepankan Protokol Kesehatan, terutama tempat cuci tangan, mengatur jarak tempat duduk, alat pengecek suhu tubuh, dan handsanitizer.

IPDA Ukar, S.H juga menghimbau kepada pengajar, Orangtua siswa dan peserta didik agar menjaga kesehatan dan kebersihan terutama kepada anak-anak jangan jajan sembarangan dan menjaga jarak serta tidak berkerumun agar tidak ada cluster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan internal sekolah Pungkasnya.

(Suwandi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one × 5 =