Insentif Aparat Desa Diduga Disunat, PLT Desa Bentang Akan Dilapor

Jurnal Polisi| Gowa Il Sulawesi Selatan-  Sejak Adanya Buku Panduan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak)  dan Petunjuk Teknis (Juknis) untuk peruntukan Anggaran Dana Desa dan Dana Desa (DD)  sejatinya sudah jelas dalam mengalokasikan anggaran tersebut sesuai  Pos anggaran masing masing yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat 

Namun apa jadinya jika Seorang Oknum Pelaksana Tugas (Plt)  Kepala Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan (Galsel)  diduga telah melabrak aturan tersebut dengan dugaan penyalah gunaan wewenang dan bertindak melawan hukum dengan dugaan Insentif Imam Dusun dan BPD di Sunat. 

Dari Laporan Masyarakat dan Penggiat Anti Korupsi kepada media ini,Selasa (9/9) bahwa Oknum PLT Desa Bentang  Abd. Rahman nawang juga mengakui bahwa dirinya telah melakukan pemotongan gaji (insentif)  Imam Dusun dan BPD pada tahun 2020 dengan alasan ada sesuatu yang ingin diselesaikan sehingga ia berinisiatif untuk memotong gaji para aparat desanya tanpa melakukan kordinasi lebih awal. 

Penggiat Anti Korupsi Radja sangat menyayangkan kelakuan Oknum Kades Plt Desa Bentang karenan perbuatan tersebut juga merupakan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (“ UU 31/1999”) sebagaimana diubah oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dimana ada ancaman pidana bagi orang yang menyalahgunakan wewenangnya yang berakibat dapat merugikan keuangan negara.

Maka dari itu dengan adanya kejadian seperti ini kami bersama masyarakat akan terus mengawal perkembangan maslah ini hingga ada efek jera bagi oknun aparat yang mencoba mengotak atik aturan yang sudah ditetapkan dalam undang undang Mahkamah Konstitusi. 

Hingga berita ini diturunkan media ini sudah berapa kali melakukan kunjungan di Kantor Desa Bentang   untuk membenarkan laporan yang kami terima namun Plt Bentang sulit ditemui lantaran Abd Rahman Nawang tidak ada di Kantor. (HEF )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty − twelve =