Kapolres Blusukan Berikan Bansos dan Vaksin Keliling di Kampung Teluk Mungkal


Karawang Jurnal Polisi.

Karawang – Kunjungi Kampung Teluk Mungkal Tanjung Mekar khususnya di kawasan Slum Area, Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K, M.H, M.Si. berikan vaksin keliling dan paket bansos, Senin (19/7/2021).

Total hari ini ada 50 target warga yang di vaksin dan bisa lebih karena memang cakupan vaksin di desa Ini juga baru menyasar lansia.

“Sekarang kita menyasar ke usia 18 tahun ke atas dan untuk bantuan PPKM Polres Karawang mendistribusikan sekitar 50 paket dan pemerintah akan bantuan PKH kemudian ada juga bantuan non tunai untuk pra kerja dan lain-lain untuk hal ini kita akan terus komunikasikan dengan Satgas pemerintah daerah Karawang”, ujarnya.

Selain itu Kapolres Karawang yang didampingi Wakapolres Karawang dan sejumlah Pejabat Utama Polres Karawang juga menjelaskan, Pendistribusian khusus untuk yang bantuan dari pemerintah sudah ada datanya ya basis datanya ada di Dinas Sosial. Sistem pendistribusiannya juga ada yang melalui kantor pos ada yang melalui TNI maupun Polri.

Dalam penjelasan lebih lanjut AKBP Rama Samtama Putra mengatakan, Kita terus bersama-sama membantu masyarakat, karena memang situasi saat ini masa sulit.

Ketika ditanya pihak media terkait besok tentang Idul Adha, Rama mengatakan “Nanti sore kita akan gelar pasukan, prinsipnya sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama kemudian Surat Edaran Gubernur Jawa Barat, Bupati Karawang dan berdasarkan pada kesepakatan dan edaran juga dari MUI”, tambahnya.

Untuk takbir keliling ditiadakan, diharapkan silakan kalau mau di Mushola dan itu juga akan dibatasi, nanti malam kita akan melakukan upaya pola-pola penyekatan di ruas ruas jalan ke untuk menghindari apa kegiatan takbir keliling.

Dalam pertemuan penutupnya kepada media Rama berharap kepada masyarakat “Mari kita bertahan, menahan diri dulu silakan takbir takbiran menyebut asma Allah tetapi di Mushola dan untuk kegiatan besok kita menghimbau untuk salat Idul Adha di rumah sesuai dengan edaran yang ada, kita masih zona merah artinya zona resiko tinggi maka diharapkan untuk ibadah di rumah dan untuk pemotongan hewan kurban juga diharapkan sesuai dengan protokol kesehatan dan terbatas berikut dengan pembagiannya”, tutupnya.

(Suwandi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 + 9 =