FW&LSM Kalbar Indonesia Sesalkan, Oknum Ormas Pelaku Penganiayaan Terhadap Wartawan di Majalengka Dibebaskan

Sanggau,- Aksi kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Tanah Air. Di kantor Desa Mekarwangi, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat kejadian pilu pada pekan lalu Senin (28/6/2021).

Ketua Presidium FW&LSM Kalbar Indonesia DR, Sukahar,SH.MH mengecam keras aksi itu. Ia mengatakan apapun namanya kekerasan tidak dibenarkan.

“Apapun namanya kekerasan itu tidak dibenarkan,” tegas Sukahar saat di temui. Minggu (4/7/2021).

Sebagaimana informasi tersiar di berbagai media, pelaku persekusi tindak kriminal dan pidana terhadap tupoksi jurnalis yang menimbulkan adanya tindakan kekerasan pemukulan di wajah Soleman wartawan tabloid Fokus Berita Indonesia (FBI) akan menjadi bom waktu bagi kepolisian Majalengka.

Beberapa waktu yang lalu korban Soleman menyebut, kedatangannya bersama rekannya Warya Ayotondoan dari Metro Jabar untuk mengkonfirmasi adanya dugaan pembiaran terhadap bendera Sang Saka Merah Putih di halaman kantor Desa Mekarwangi dalam keadaan lusuh, kusam dan robek.

Namun, naas bagi keduanya konfirmasi sebagai hak jawab dari seorang Kades tidak didapat. Malah bogem mentah berupa tonjokan keras dari salah satu oknum ormas mendarat di wajah Soleman yang mengakibatkan luka dan berdarah pada tulang hidungnya. Bukan hanya itu, dalam video yang viral tersebut, diperkirakan sekitar lebih dari 10 oknum anggota ormas itu ikut mempersekusi, menghina, melecehkan profesi jurnalis dengan sebutan ‘’Semua Wartawan Anjing’’ dan hingga terjadi kriminalisasi. Bahkan kejadian yang memalukan itu terjadi di hadapan seorang anggota aparat berseragam yang coba melerai dan tidak dihargai oleh sekelompok oknum ormas tersebut.

Usut punya usut, ternyata yang di bogem wajahnya oleh oknum anggota ormas adalah Soleman wartawan dari Tabloid Fokus Berita Indonesia. Soleman mengakui dirinya adalah seorang (Purn) TNI AD. Dalam keterangannya yang juga diakui Pimpinan Media FBI Mujianto bahwa Soleman memang telah banyak memberikan edukasi dan kontribusi tulisan untuk memberikan sumbangsih pencerahan dan pengabdian tulus pasca dirinya pensiun dari militer.

“Sejak aktif di militer, memang sangat bersahabat dengan kami para jurnalis, bahkan sering mengirimkan tulisan dan karya-karya nya sangat membangun. Soleman memang pernah bilang akan mengabdikan dirinya setelah pensiun nanti menjadi wartawan. Dan alhamdulillah beberapa kali mengikuti diklat jurnalis,” kata Mujianto ketika dikonfirmasi Sabtu (3/7/2021).

Insiden pemukulan terhadap wartawannya, Mujianto dengan tegas mengambil sikap untuk segera melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Majalengka. “Sudah kami laporkan itu kejadian pada Senin malam,” ucap Mujianto.

Saat ini adanya kabar terbaru dari kepolisian Polres Majalengka, bahwa pelaku telah dibebaskan menjadi tahanan kota membuat geram banyak pihak. Mujianto kembali akan melakukan laporan ke Propam dan Paminal Polda Jabar soal kinerja penyidik Polres Majalengka, dia juga akan membuat laporan ulang terkait adanya persekusi, penghinaan, pelecehan profesi wartawan dan kriminalisasi hingga terjadi pemukulan terhadap Soleman.

Mujianto mengatakan, ada dugaan kuat keterlibatan oknum Kades Mekarwangi, kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka Jawa Barat. Dia menduga otak dari insiden tersebut adalah oknum kades bersama Sekdes Mekarwangi Lemahsugih dengan menyebarkan informasi bohong soal adanya permintaan sejumlah uang dari wartawannya yang sedang menjalankan profesi hak jawab soal adanya pembiaran bendera merah putih yang lusuh, kusam dan robek di halaman kantor Desa Mekarwangi. “Kasus ini akan menjadi gunung es dan bola liar jika tidak segera ditangani Polda Jabar. Saya bersama advokat dari tabloid Fokus Berita Indonesia dan sejumlah rekan-rekan wartawan lainnya akan melaporkan semua yang terlibat dalam insiden tersebut ke Polda Jabar dan Gubernur Jabar,” tegasnya.

Ketua Presidium FW&LSM Kalbar Indonesia DR Sukahar SH MH mengatakan, oknum penyidik Polres Majalengka tersebut takut menghadapi premanisme. Dan dirinya menegaskan dan menyesalkan mengapa dibebaskannya pelaku penganiayaan terhadap wartawan Di Polres Majalengka.

“ Itu sama saja abaikan perintah Kapolri. Oknum ormas pelaku penganiayaan terhadap wartawan bibebaskan, maka premanisme jadi raja. Ini bahaya,” kata Sukahar Presidium FW-LSM Kalbar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + 19 =