Pondok Pesantren Izzatul Ummah Resmikan Program Reguler Tahfidzul Qur’an Angkatan Pertama

Jurnalpolisi.co.id

Majalengka – Pondok Pesantren Izzatul Ummah yang dipimpin oleh Ustadz Andi Suhandi, S.S.I., M.Pd.I., untuk pertama kalinya membuka secara resmi kegiatan mahasantri pada program tahfidz Qur’an angkatan perdana, Rabu, (09/06/2021).

Ustadz Andi dalam sambutannya menitip pesan kepada mahasantriwan/ti untuk mengawali kegiatan pada program ini dengan niat yang sungguh-sungguh sampai selesai dan wisuda.

Selanjutnya beliau menjelaskan Kata “Niat” terdiri dari empat hurup N, I, A, T, dimana huruf pertama yaitu “N” dari kata Nyata hasilnya, yang berarti tidak hanya bicara saja tapi harus dapat membuktikan hasilnya, yang kedua yaitu huruf “I” dari kata Ikhlas hatinya karena Alloh SWT. Yang ketiga huruf “A” dari kata Antusias dalam mengerjakannya, mahasantri harus menunjukan semangat, kesungguhan dan keseriusannya dalam menghafalkan Al-Qur’an. Yang terakhir adalah hutuf “T” dari kata Tuntas, tuntas dalam menuntut ilmu dan menghapalkan Al-Qur’an sampai di wisuda.

Pondok Pesantren Izzatul Ummah dibawah Yayasan Bina Izzmah Indonesia memberikan beasiswa buat para mahasantri supaya bisa fokus menghapal Al-Qur’an. Pada program Tahfidz Qur’an reguler dengan mahasantriwan/ti yang berjumlah 10 orang ini akan dididik dan dibina selama 2 tahun dengan mendapatkan Support dari rumah Qur’an Ibnu kholdun Kabupaten Subang.

Ustadz H. Asep Aminudin, S.Hut., selaku Ketua Dewan Pembina Yayasan Bina Izzmah Indonesia mengatakan rasa syukurnya kepada Alloh SWT, juga beliau mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan memulai program ini, lebih khusus kepada Ustadz Dr. H. Lalu, Lc. sebagai pimpinan rumah Qur’an Kabupaten Subang yang telah mensupport program ini.

Ustadz Dr. H. Lalu, Lc. dalam kesempatan tausiyahnya beliau menceritakan kota Mekah dan Medinah adalah dua kota yang dahulunya sangat gersang, tapi setelah turunnya Al-Qur’an, dua kota tersebut menjadi penuh berkah. Saking istimewanya keberkahan Al-Qur’an sampai ada empat kali pengulangan kata “Berkah” dalam firman-Nya yang menjelaskan tentang keberkahan Al-Qur’an.

Selanjutnya Ia sangat berharap dan mendo’akan Kabupaten Majalengka berawal di Ponpes Izzatul Ummah Kelurahan Cicenang ini, menjadi pusat pencetak Haafidz Qur’an (penghapal Al-Qur’an) seperti negara Somalia, dimana di Negara tersebut terkenal dengan banyaknya para penghapal Qur’an. (A. Hudri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nine − 4 =