Pekerjaan Proyek Bungur Raya-Bojong Bentar Tahun 2020 Tanpa Papan Inpormasi, Diduga Proyek Siluman dan Dijadikan”BANCAKAN SEMATA”

JURNAL POLISI | PANGANDARAN.Pekerjaan hotmix dengan volume kurang Lebih 2 km yang terletak di dua Desa yaitu antara desa Bungur raya dan desa Bojong bentar kecamatan Langkap Lancar kabupaten Pangandaran disinyalir sebagai Bancakan semata.

Senin 15/2/2021,Berdasarkan beberapa keterangan warga sekitar salah satu nya(Ardi) saat dimintai keterangan Jurnal polisi menerangkan.Bahwa proyek yang dikerjakan pada bulan desember 2020 terkesan asal-asalan.Hal tersebut terlihat dari hasil pekerjaan yang beru selesai sekitar 90 hari,Namun keadaan hotmix sudah rusak.

Lanjut Ardi.Bukan hanya itu,Selain pekerjaan yang dinilai asal-asalan tanpa mengutamakan kwalitas,Proyek tersebut juga tidak jelas berapa Volume dan berapa anggaran nya.Dari mulai awal pengerjaan,Prpyek ini tidak ada papan inpormasi.Sehingga tidak ada keterbukaan untuk masyarakat dan Publik ungkapnya dengan nada heran.

Ditempat yang berbeda,Kades bojong bentar(H.Ading) saat dimintai keterangan melalui tlpon celuler mejelaskan.Bahwa pihak desa bojong bentar pernah mendapatkan tembusan secara Lisan dari(ujang) salah satu perwakilan Cv yang mengerjakan pekerjaan tersebut,Tapi saya Lupa nama CV nya ungkap kades.

Masih menurut kades bojong bentar.Adapun masalah anggaran sekitar kurang Lebih 1,4 M dengan Volume panjang pekerjaan 2 km.Namun kalau masalah papan proyek,Dari awal pengerjaan saya tidak pernah melihat adanya papan inpormasi kegiatan proyek tersebut tandasnya.

Hal sama juga disampaikan oleh kades Bungur Raya(Halim)saat dimintai keterangan melalui telepon celuler.Bahwa dirinya sebagai kepala desa bungur Raya pernah mendapat tembusan secara lisan dari pelaksana lapangan yang mengerjakan pekerjaan tersebut.Saat itu penjelasan dari pihak pelaksana anggaran yang awal nya 1,5 M ditahun 2020 berkurang dengan adanya wabah Covid 19 menjadi 1 M dengan Volume 2 km.Pekarjaan mulai dari ujung Cor sampai dengan depan desa bojong bentar pungkasnya.

Ditempat Lain,Sekdis PUPR(Ade kuwaya) kabupaten pangandaran Jawa barat saat dimintai team Jurnal polisi melalui pesan whatsap.Anggaran tersebut berapa,Volume nya berapa….menurutnya hal tersebut harus ke bagian PPK ,Namun saat diminta nomer hp PPK,Ade kuswaya Bungkam tak sepatah katapun menjawab,Seolah merasa bingung atau ada hal yang disembunyikan.

Atas adanya kejadian tersebut.Salah satu tokoh masyarakat(Asep) yang bertempat diperbatasan kabupaten Pangandaran-Ciamis angkat Bicara.Seharusnya,Pekerjaan proyek apapun bentuknya yang menggunakan anggaran pemerintah atau negara.Wajib membuat papan inpormasi kegiatan,Agar hal tersebut diketahui oleh masyarakat Luas dan menjadi sebuah keterbukaan bagi publik sesuai dengan UU no 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan informasi Publik.Jangan seenaknya menggunakan atau menghambur-hamburkan uang negara tanpa adanya keterbukaan,Pihak PUPR kabupaten pangandaran dalam hal ini,Wajib melakukan fungsional pengawasan terkait adanya kejadian ini pungkasnyaYeni amelia/team investigasi Jurnal-Polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × 2 =