MAHASISWI UPI KKN MANDIRI DI WONOGIRI: WUJUD PEDULI PENDIDIKAN DI MASA PANDEMI

Wonogiri, Jurnal Polisi
Minggu 22/11/2020
KKN UPI pada tahun 2020 berbeda dengan kegiatan-kegiatan
sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang meluas di
berbagai wilayah di Indonesia. KKN UPI tahun 2020 gelombang dua dikemas
dengan program-program KKN Tematik yang disesuaikan dengan kondisi dan
kebutuhan masyarakat. Pada masa pandemi Covid-19 ini, KKN Tematik
difokuskan pada pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 di bidang
pendidikan dan ekonomi di masa adaptasi kebiasaan baru. Melalui KKN Tematik

,,”Pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19, mahasiswa diharapkan dapat
berkontribusi nyata untuk mengatasi masalah di bidang pendidikan dan ekonomi,
sekaligus memberikan edukasi mengenai adaptasi kebiasaan baru di masa pandemi
Covid-19.

Dalam rangka membantu kelancaran pembelajaran daring (online) di masa
pandemi, mahasisiwi dari Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan KKN
Tematik pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19 di Wonogiri yang
dibimbing oleh Bapak Syifaul Fuada, S. Pd., M. T. melakukan penguatan
pembelajaran daring di TK Aisyiyah Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri,
Provinsi Jawa Tengah.

Dalam menunjang penguatan pembelajaran daring tersebut,
mahasiswi membuat read aloud video sebagai media pembelajaran anak usia dini
di masa pandemi. Read aloud atau membaca nyaring merupakan kegiatan membaca dengan bersuara serta memperhatikan pengucapan, intonasi, dan ekspresi untuk
memusatkan perhatian anak. Kegiatan read aloud ini dikemas dalam bentuk video
yang diunggah ke Channel YouTube Marhamah Marhamah. Sebelum memilih read
aloud video sebagai media pembelajaran, dilakukan diskusi bersama guru terkait
pelaksanaan pembelajaran daring di TK Aisyiyah. Salah satu guru TK Aisyiyah,

Bu Parti, menyebutkan bahwa dalam pembelajaran daring yang dilakukan dari
rumah membuat anak-anak mudah bosan dan tidak bersemangat dalam belajar. Hal
ini dikarenakan anak-anak tidak dapat bertemu dengan guru dan teman-teman
secara langsung. Dari permasalahan ini, mahasisiwi KKN UPI memberikan solusi
dengan membuat media pembelajaran daring berupa read aloud video yang
diunggah ke YouTube.

Kegiatan pemilihan, perancangan, dan pembuatan hingga pengunggahan
serta penerapan media pembelajaran daring read alou video dilaksanakan pada
tanggal 17-20 November 2020. Pemilihan read aloud video ini didasari oleh
pandemi Covid-19 yang merebak di era digital. Pandemi Covid-19 menghambat
proses pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah-sekolah. Demi
keberlangsungan pendidikan anak usia dini, di TK Aisyiyah diberlakukan
pembelajaran daring (online). Kecanggihan teknologi memberikan kemudahan bagi
para peserta didik dan guru untuk tetap melaksanakan pembelajaran daring dari
rumah masing-masing. Dalam pendidikan anak usia dini, pembelajaran daring tidak
hanya melibatkan guru, tetapi juga orang tua. Pembelajaran daring untuk anak usia
dini membutuhkan pantauan dan bimbingan penuh dari orang tua, sehingga kerja
sama antara guru dan orang tua terkait perkembangan belajar anak selama di rumah
sangat dibutuhkan.

Dalam mempermudah komunikasi dan koordinasi antara mahasiswi KKN
UPI, guru, dan orang tua siswa untuk penguatan pembelajaran daring di TK
Aisyiyah, maka dibentuk WhatsApp Group sebagai penunjang penerapan media
pembelajaran read aloud video. Media pembelajaran read aloud video diawali
dengan perancangan, pembelian buku cerita, dan dilanjutkan dengan take video.
Setelah beberapa kali take video dan dirasa sudah cukup, maka langkah berikutnya
adalah editing video. Dari beberapa langkah pembuatan read aloud video, editing
video adalah proses yang memakan waktu paling banyak. Kurang lebih tiga
setengah jam proses editing read aloud video dapat diselesaikan. Kemudian untuk
pengunggahan video di YouTube dilakukan di hari berikutnya. Setelah read aloud
video berhasil diunggah, dilanjutkan dengan pengiriman link video ke WhatsApp
Group yang sudah dibuat sebelumnya. Siswa dengan didampingi orang tua
diarahkan untuk menonton video tersebut. Bagi siswa yang telah menonton video
tersebut sampai selesai dilanjutkan dengan mengisi presensi dan diberikan reward
berupa “bintang”.

Dengan adanya media pembelajaran read aloud video ini diharapkan dapat
mengurangi kejenuhan dan kebosanan anak selama mengikuti pembelajaran daring
di masa pandemi Covid-19, sehingga siswa tetap memiliki semangat yang tinggi dan keinginan untuk belajar, meskipun pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing,Pungkas, Marhamah marhamah,”(Yuda Dwi Angoro JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 8 =