Mahasiswa KKN UPI Purwakarta bantu ibu-ibu raih penghasilan tambahan dimasa pandemic covid-19 dengan program ekonomi dilingkungan masyarakat

Bekasi,Jurmal Polisi
Sudah 11 bulan Indonesia mengalami situasi yang sangat buruk akibat virus covid-19. Di Indonesia berdasarkan data Satgas Covid-19, pada hari selasa (17/11/2020) terdapat 3.807 kasus baru virus corona. Sehingga, total kasus covid-19 di Tanah Air ada sebanyak 474.455.

Akibat dari covid-19 banyak sekali warga Indonesia yang kehilangan mata pencahariannya. Apa lagi tugas sebagai kepala keluarga yang harus memenuhi kebutuhan keluarganya, menjadi susah karna akibat kehilangannya pekerjaannya. Banyak warga Indonesia yang di PHK, dan banyaknya pedagang-pedagang kecil yang sangat dirugikan. Selain itu juga para pelajar yang harus belajar online akibat corona-19 ini. Sekaligus untuk mengurangi penyebaran virus corona-19.

Akibatnya mau tidak mau, banyak ibu rumah tangga beralih membantu kepala keluarganya untuk mecari nafkah demi menghidupkan keluarganya. Tetapi masih banyak ibu rumah tangga yang bingung bagaimana cara untuk mengdapatkan pengasilan tambahan untuk keluarga. Apa lagi dengan keuangan yang kurang memadai.

Contohnya seperti pada hari Jumat tanggal 20 November 2020 di Desa Setia Asih Kel. Tarumajaya Kab. Bekasi ini, ibu-ibu yang membantu keluarganya mencari penghasilan dengan cara membuat masker kain, yang juga dibantu oleh Mahasiswa KKN UPI Purwakarta Destya Nanda Chumairoh yang sedang melaksanakan kegiatan KKN Tematik di Desa tempat tinggalnya tersebut. Saya adalah salah satu dari 32 mahasiswa lain dalam kelompok 8 yang dibimbing oleh Dosen Pendamping Lapangan Bapak Syifaul Fuada, S. PD., M.T. ke-32 mahasiswa juga melaksanakan KKNT didaerahnya masing-masing.

Berkaitan Dengan Masker, Bahan-bahan yang digunakan sangat Bersahabat dengan kantung, dan juga Tidak lupa memenuhi standar Kesahatan yang ada.

Dalam penyampaiannya dilakukan secara online, via grup Whatsapp dengan cara memberikan tutorialnya dengan mengshare video youtube ke grup tersebut. Selain itu juga untuk pembuatannya dilakukan disalah satu rumah warga yang memiliki akses untuk membuat masker tersebut berupa mesin jahit. Tidak lupa masih sesuai dengan protocol yang ada. Dalam sehari bisa memproduksi masker sebanyak 20 buah, dan dijual dengan harga 15 ribu perbuahnya.

Tidak lupa saya juga mewawancarai salah satu yang terkena dampak corona-19 ini “ Apa pendapat ibu tentang covid-19 ini bu? Sangat merugikan banget neng, apa lagi saya kerja di toko, dan sekarang toko jadi diliburin. Dan dipekerjakan lagi gak tau kapan. Anak sekolah daring butuh kuota yang harganya lumayan mahal. Jadi harus nyari tambahan. Harapan ibu buat Indonesia kedepannya? Saya harap Indonesia cepat sembuh neng biar kaya dulu lagi. Terus lapangan pekerjaan diperbayak untuk kita-kita gini neng.”
Semoga Indonesia cepat sembuh, dan dapat beraktifitas seperti sedia kala.Pungkas ,Destya Nanda Chumairoh (Yuda Dwi Angoro JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

14 + seven =