Lewat Kegiatan KKNT Mahasiswa UPI Purwakarta Lakukan Aksi Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Covid-19 Di Daerah Wisata Ranca Upas.

Bandung,Jurnal Polisi
Minggu 22/11/2020
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta
Salah satu dari serangkaian KKNT Mahasiswa Temati UPI yang di laksanakan pada tanggal 17
November – 17 Desember 2020 yang tergabung dalam kelompok 8 yang di bimbing oleh bapak
Syifaul Fuada, S.Pd., M.T.
Jl.Raya Ciwidey Patengan no.946 , Patengan , Kec.RancaBali Kab.Bandung.

,”Pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan
informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Tanggal
7 Januari 2020, otoritas Cina mengkonfirmasi telah mengidentifikasi virus baru, yaitu virus
Corona, yang merupakan famili virus flu, seperti virus SARS dan MERS, yang mana dilaporkan
lebih dari 2.000 kasus infeksi virus tersebut terjadi di Cina, termasuk di luar Provinsi Hubei.
Virus Corona (CoV) merupakan famili virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu

,”biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV)
dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pada 11 Februari 2020, WHO
mengumumkan nama virus Corona jenis baru tersebut adalah Corona Virus Disease 2019.


(disingkat menjadi COVID-19).
Penularan dari orang ke orang diperkirakan terjadi melalui droplet ketika orang yang
terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya
yang dapat terhirup ke dalam paru-paru. Penularan Covid-19

Dapat juga terjadi dengan menyentuh
permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya dan kemudian orang tersebut menyentuh
mulut, hidung, atau mungkin mata mereka sendiri.


Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus Covid-19 hingga saat ini. Namun,
gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan
pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif. Selain itu, selama vaksin
belum ada kita hendaknya melalukan pencegahan penularan Covid 19 dengan 3M yaitu : memakai
masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bukan hanya itu Covid-19 ini juga berdampak pada pariwisata di Indonesia khususnya di
daerah Ciwidey yang biasanya setiap hari libur menjadi destinasi utama orang perkotaan untuk
berlibur .Semenjak Virus Covid-19 melanda Indonesia , wisata di daerah ciwidey sangat
terdampak khususnya Bumi Perkemahan Ranca Upas . tetapi dengan berjalannya waktu Bumi
Perkemahan Ranca Upas mulai memperbaharui beberapa kebiasaan baru untuk penanggulangan
dampak covid-19 di tempat pariwisata yang di anjurkan pemerintah agar selalu menerapkan
protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun .

Menurut bapak Noto selaku Staff di Bumi Perkemahan Ranca Upas , bahwa Ranca Upas
telah menerapkan Protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah untuk tempat Pariwisata ,
diantaranya yaitu : telah menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk ke area Ranca Upas ,
para wisatawan / pengunjung akan di test suhu tubuh terlebih dahulu , setiap pengunjung yang
datang selalu di himbau oleh pengeras suara yang ada di beberapa titik di area wisata Ranca Upas
agar selalu menjaga jarak , memakai masker , dan mencuci tangan di tempat yang telah di sediakan

,’pengumuman tersebut terdengar 10-15 menit sekali , bapak Noto menuturkan telah memasang
baligo / banner besar agar mengingatkan pengunjung untuk selalu menerapkan 3M . semenjak
menerapkan Protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di Ranca Upas , pengunjung perlahan
mulai kembali berwisata karna merasa sudah lebih aman untuk dikunjungi walaupun tetap dengan
protokol kesehatan yang diterapkan . dan penghasilan pariwisata di Bumi Perkemahan ranca
Upaspun perlahan mulai stabil .
Bukan hanya itu melalui KKNT ini saya juga mengedukasi Masyarakat dengan membuat
video pendek yang bisa di akses melalui link berikut https://youtu.be/QMXLaGeVjwE . Semoga
bisa bermanfaat bagi masyarakat yang melihatnya dan juga agar selalu mengingatkan untuk selalu
menerapkan 3M dimanapun dan kapanpun.Ucap,Fitri Fitriah,(Yuda Dwi Angoro JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

two × five =