Tiga Pilar Kecamatan Cikancung dan Puskesmas Cikancung Gelar Operasi Yustisi Stationer diPerempatan Cinangka Desa Mandalasari Kec. Cikancung.


JP Kab Bandung.

Cikancung – Polsek Cikancung Polresta Bandung bersinergi dengan TNI dari Koramil Cicalengka dan Puskesmas Cikancung serta Kecamatan Cikancung menggelar pelaksanaan Operasi Yustisi (Penegakan Hukum Protokol Kesehatan) dalam rangka percepatan penanganan covid-19 dan sekaligus melaksanakan penerapan protokol kesehatan di wilayah hukum Polsek Cikancung Polresta Bandung,Sabtu (21/11/2020).

Operasi Yustisi dilaksanakan secara stationer dan mobiling diwilayah hukum Polsek Cikancung, dengan lokasi di Jln. Raya Cinangka – Ciluluk Depan Kantor Desa Mandalasari Kec. Cikancung Kab. Bandung dan kemudian pelaksanaan operasi yustisi dilaksanakan dengan cara mobile dengan lokasi sekitar pinggir jalan raya Cicalengka – Majalaya Desa Tanjunglaya Kec. Cikancung Kab. Bandung kepada para pedagang dan masyarakat sekitar.

Pelaksanaan Ops Yustisi melibatkan 22 diantaranya 10 personel Polsek Cikancung 2 Personil Anggota TNI dari Koramil Cicalengka, 6 Personil Satpol PP Kecamatan Cikancung serta 4 Personil Puskeamas Cikancung, pelaksanaan operasi personel terlebih dahulu melaksanakan apel persiapan di depan kantor kecamatan Cikancung yang dipimpin oleh Kapolsek Cikancung Akp Saripudin, pelaksanaan operasi ini berdasarkan Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbup Nomor 74 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin masyarakat dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid 19 Kabupaten Bandung agar masyarakat terhindar dari covid-19.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan SIK Melalui Kapolsek Cikancung Akp Saripudin, mengatakan tujuan dilakukan Operasi Yustisi / razia penggunaan masker agar masyarakat dapat disiplin dan mematuhi protokol kesehatan serta sadar akan bahayanya covid 19.

“Dalam pelaksanaan ops yustisi masih saja terdapat puluhan orang terjaring dalam operaasi Yustisi ini. Selanjutnya diberikan sangsi hukuman berupa tindakan fisik berupa push up dan mengucapkan Pancasila, kemudian seluruh pelanggar diperingatkan dan diberi masker,” ujarnya.

(Suwandi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

11 + 20 =